Saturday, February 24, 2018

Arsip

Jadi begini perlakuan waktu. Kadang ia menarik, kadang ia mengulur. Ketika menarik, ia membuat kita terikat, terpaku, terburu, terjungkal, mungkin tertinggal. Ketika mengulur, ia juga bisa membelit, melepas sejenak, membumbung, tanpa pegangan, lalu terbanting dan tersungkur. Tapi bisakah manusia hidup tanpa kenangan? Ketika hidupnya terus berputar, semakin kencang, dan tak ada waktu istirahat yang dengannya teselip sesingkat waktu untuk melihat masa lalu lewat spion?
Foto, album, buku angkatan, dan semua dokumen sejarah diri itulah spion. Mereka sekarang ada di mana? Apakah semuanya baik-baik saja? Mudah-mudahan kita semua selalu dalam lindungan Allah, apapun kondisi yang menyelimuti kita.

Saturday, December 30, 2017

Maghrib

Kami yang PNS ini, dipertanyakan oleh boss: kalian ini underpaid apa overpaid?
Lautan (Jawa Ngapak: pulang kerja)
Saya tak menjawab di forum itu, tapi ya menggerutu. Saya ingin mengungkapkan bahwa saya merasa cukup dengan pendapatan yang saya terima, kalau jam kerja sampai jam 15 atau 16 saja. Jujur saja, kalau cuma pendapatan rata-rata air, saya enggan mengorbankan waktu astronomical dawn (subuh) dan astronomical dusk (maghrib) untuk menempuh perjalanan pergi ke dan pulang dari kantor.

Saturday, October 7, 2017

Kata-kata Kota Kita

Dalam rangka menandai 4 tahun di ibu kota, inilah kata-kata tentang kota kita Jakarta.

Saya sudah bosan dengan Jakarta. Mungkin dengan segelintir orangnya. Dengan jalanannya. Dengan perilaku berkendara orang desa yang dibawa-bawa ke kota. Dengan orang miskin yang mampu membeli mobil tapi tak mampu menyediakan garasi. Dengan orang kaya yang tak mau berbagi jalan, merasa mampu membeli mobil dan membayar sopir untuk setiap anggota keluarganya: jalanan dipenuhi mobil-mobil yang kosong penumpang.
Empat Tahun di Ibu Kota: Apa yang Kau Cari?
(dokumen pribadi)

Friday, September 29, 2017

Review Karya Ke-10 Andrea: Sirkus Pohon

Bentang Pustaka mengenalkan novel ini, mula-mula, dengan sebutan "Karya ke-10 Andrea." Dengan disimpannya judul novel itu, kita jadi bertanya-tanya. Setelah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta di Dalam Gelas, Sebelas Patriot, Laskar Pelangi Songbook, dan Ayah, lalu apa kira-kira judulnya? Bisa jadi, disimpan karena memang penerbit sadar judul karyanya yang ke-10 tidak seperti judul-judul sebelumnya yang melankolis pratiotik sekaligus lucu.
sumber: dokumen pribadi

Tuesday, August 22, 2017

Jeda dan Kopi

Buku, kopi, dan sepeda bisa jadi adalah kawan sehari-hari saya menghadapi hidup di Jakarta sebagai orang kantoran kelas menengah ngehe yang benci kemacetan tapi ga mau mengandalkan transportasi masal untuk urusan komuter. Dan sesungguhnya dalam imaji melankoli saya masih merindukan bintang, langit malam, dan kamu. Rindu ini semakin berkarat karena langit malam Jakarta begitu jelek dan udah gitu kamu mungkin tidak ada di sini.

Buku, baik untuk dibaca maupun ditulis, adalah tempat menuangkan unek-unik sekaligus menyesap kesegaran bagi seorang mahasiswa paruh waktu yang masih single sampai waktu yang tak tentu. Jadi, kamu sebenarnya belum terdifinisi, atau saya belum seberani itu merasa kamulah dia.