Friday, September 30, 2011

Conference Call: Minggu Pagi di Beranda Rumah

Biyung dan Rama ada di rumah di Murtirejo-Kebumen-Jawa Tengah, mbak Arum ada di Pasar Minggu-Jakarta Selatan-DKI Jakarta, dan aku ada di Pondok Aren-Tangerang Selatan-Banten, berhubungan dalam satu jaringan komunikasi udara. Entah di mana suara kami bertemu. Tapi bagiku, rasanya kami sedang duduk bersama di beranda; membicarakan nikmat pagi, musyawarah rencana ke depan, dan cara-cara menempuhnya; dengan suguhan kopi dua cangkir untuk berempat buatan biyung.

Sepasang pohon mangga di depan rumah sedang berbunga lagi. Padahal buah mangganya juga masih ada banyak yang menggantung di pohon mangga yang sebelah kiri. Pohon mangga sebelah kanan belum berbuah sejak dipangkas rapi beberapa tahun yang lalu, seolah-olah pohon itu adalah jantan. Kata Biyung, "Lebaran ini mungkin pas sedang bagus-bagusnya." Lalu mbak Arum berharap,"Nanti aku mau metik sendiri mangganya. Kan aku yang merawatnya, dulu."

Satu jam pun terasa cepat berlalu dan kurang. Namun, wejangan penutup menjadi begitu berarti untuk seminggu ke depan: disiplin, prihatin, sabar, dan tawakkal.

Oh ya. Ada salam dari Rama untuk teman-teman (Al kausar 52).

No comments:

Post a Comment