Tuesday, October 4, 2011

Bersepeda di Jogjakarta

14 September 2011

Rencana semula, jika semuanya beres, aku akan pergi ke Jogja dengan cara lifting saja alias menumpang gratis [free rider]. Dari rumah berjalan, lalu nebeng seseorang tetangga yang berangkat sekolah. Kebetulan sekolahnya dekat dengan stasiun.

Kutojaya Utara, Sawunggalih Utama, Progo, sudah lewat ke timur semua. Kutunggu Logawa.

Naas, aku baru naik ketika kereta sudah mulai perlahan jalan. Aku dapat gerbong paling belakang. Bodohnya, aku tak melihat di lorong pintu sudah berdiri paa security dan kondektur. Pemeriksaan karcis di mulai dari orang yang ada tepat di depanku. Lalu aku. Kukatakan bahwa aku hanya akan numpang sampai Kutoarjo. "Kenapa tidak bilang saya dulu?" Pak Kondektur aneh sekali. Jelas pertanyaannya hanya akan memojokkanku. "Diturunkan di stasiun terdekat ya?" Itu memang aturannya. Tak mau aku membayar. Lha wong cuma sampai Kutoarjo koq.


Aku terlanjur bilang mau naik Prameks ke Jogja, jadi aku benar-benar beli tiketnya. Padahal, kalau tidak ketahuan, aku mau ikut sampai Lempuyangan saja. Nekat. Mengetes keberanian, niatku. Tapi aku masih pecundang juga. ha. Jadilah aku taat aturan.

Stasiun Tugu

Dari jendela Prameks aku melihat seorang di bangku tunggu. Dari cara duduk dan pakaian, aku seperti mengenalnya. Benar saja, dia temanku sekelas di 2F Akuntansi. Tak perlu sebut nama, sebab ini di luar rencana. Kusapa ia, bersama temannya. Aku duluan meninggalkan mereka.

UGM

Tak lain, pastilah aku mampir di mantan kampus. Tujuannya pinjam sepeda pada teman SMA. Dzuhur nanti kami berjanji bertemu di Masjid Al Hasanah, tepat di seberang Fakultas MIPA gedung selatan (Milan; MIPA selatan). Waktu masih cukup lama, setiap ke UGM, kurang rasanya bila belum ke maskamnya. Di masjid sampai menjelang dzuhur. Aneh, menjelang adzan aku malah meninggalkan masjid. Iya, karena ada janji di masjid Al Hasanah, bukan di maskam UGM.

Sepeda kudapatkan. Tadi selama perjalanan aku telah menghubungi Wahyu Widiyatmoko, teman yang sudah lama tak bersua. Tadi sih dia di rektorat UNY. Tapi bakda dzuhur sepertinya dia tidak ada waktu luang. Jadilah aku batal bertemu dengannya. Tapi aku tetap ke sana. Makan siang di angkringan samping masjid UNY, Al Mujahiddin. Terakhir, dan pertama, aku ke masjid UNY adalah kelas III SMPN3 Kebumen.

Sepeda kukayuh ke mana saja. Kembali ke UGM lewat fakultas Kedokteran Hewan. Mengunjungi lembah UGM. Memotong UGM lewat fakultas Pertanian. Lalu keluar lagi menuju Selokan Mataram. Belok ke Jalan Kaliurang, ke arah selatan, lewat depan Masjid Al Hasanah lagi, belok kiri di perempatan Mirota. Dari bundaran UGM, ke selatan sampai Toko Buku Gramedia. Berhenti sebentar. Ingin aku masuk. Tapi, adakah tempat parkir sepeda? Hampir aku mengunci sepedaku di trotoar dekat tukang becak jika saja aku tak ingat sepeda yang kubawa adalah milik orang. Kutinggalkan Gramedia tanpa menyentuhnya, ke barat, mengikuti arus, menuju Monumen Jogja Kembali (Monjali). Ke kiri. Terus menuju stasiun Tugu. Malioboro. Stop di depan Musium Benteng. Beli es kelapa muda. Sebentar melongok musium, tanpa masuk karena bayar. Lanjut. Dari perempatan Gedung BNI, ke timur, terus ke timur, lewat Taman Pintar, belok di pasar entah apa namanya. Terus ke utara. Melalui jalan yang di bawah sana mengalir sebuah sungai. Harus waspada. Bila tak konsentrasi, bisa-bisa terperosok. Ah lebay. Tapi memang jalan itu jauh lebih tinggi dari daratan di seberang sungai. Terus ke utara. Belok kiri di dekat McD. Ada jembatan, lurus ke barat. Tadi sudah lewat jalan ini. Sampai Monjali, belok kanan. Terus ke utara, jauh, sampai kulihat ada jembatan. Ternyata itu jembatan menuju kawasan Pogung dan Selokan Mataram. Ah, tepat sekali. Aku ingin bernostalgia mengunjungi Pogung Dalangan, tempat aku menginap selama sebulan saat kuliah di UGM. Lewat Masjid Pogung Raya (MPR) ke timur, ke utara, terjebak. Kembali, melalui jalan lain. Akhirnya keluar di samping Gedung Magister Manajemen (MM) UGM, dekat jalur pintas menuju fakultas teknik. Masuk kawasan kampus UGM lagi. Turun, lewat depan fakultas teknik. Masuk ke jalan di antara FMIPA utara (a.k.a MU: MIPA Utara) dan Fakultas Kedokteran. Kembali mendapati jalan Kaliurang. Sampai di depan masjid Al Hasanah, masih ada waktu sebelum masuk asar. Sebagai pelemasan [padahal sudah cukup lemas, bung!], aku masuk kampus via pintu gerbang depan. Menuju Grha Sabha Pramana. Adzan asar. Keluar lagi ke Jalan Kaliurang. Kembali menuju Al Hasanah.
*
Di luar rencana, aku menuju kos Teguh, yang punya sepeda, setelah menemaninya berbelanja kopi dan makanan kecil di Mirota. Bakda Magrib di MPR, bertemu dua teman SMA, keduanya pernah sekelas. Ngobrol sebentar. Bakda isya, bakda makan malam, kami ngobrol ngalor-ngidul di kos mereka. Tema utama: kian dekat waktu berumah tangga. Dezg. Sebenarnya masih sangat tabu bagiku. [Hihihi, gak juga].

Ada yang lagi galau karena ditinggal pacar yang dilamar orang. Beredar juga nama-nama teman dari kaum hawa beserta informasi terkini berkaitan dengan status. Dan lain-lain. Sampai pukul 11 malam. Kembali ke kos Teguh, masih ngobrol berdua sampai larut.
*

No comments:

Post a Comment