Sunday, October 9, 2011

Menantimu di Menganti

Senin, 5 September 2011

Berhubung kami adalah Muslimin yang mengikuti peraturan pemerintah perihal hari raya Idulfitri 1432 H, maka hari ini adalah hari raya Idulfitri keenam atau H+5. Sebagaimana telah menjadi kesepakatan bersama, hari ini kami diundang untuk bersilaturrohmi ke rumah salah seorang teman, yaitu Muhammad Solihin, di Kecamatan Puring, yang rumahnya hanya dua kilometeran dari pantai selatan.

Oh ya, perkenalkan dulu, kata ganti "kami" di sini merujuk pada delapan alumni SMAN 1 Kebumen yang lulus tahun 2009 yang secara khusus pernah menjadi pengurus Rohis. Tapi kegiatan ini tidak atas nama suatu organisasi apapun. Hanya saja di antara kami telah terjalin tali yang cukup kuat untuk bergerak bersama dan berkumpul. Delapan orang itu adalah aku [STAN 2009], Fahmi H. [ITB 2009], Teguh A. [UGM 2009], Danang S. [UI 2009], Deny W. [UNY 2009], M. Solihin [STAN 2010], M. Zen R. [STAN 2009], dan Idris A. [STAN 2009].

Kegiatan ini telah dimulai dari tahun lalu, yang intinya bersilaturrohmi idulfitri. Tahun lalu kami, dengan rombongan yang sedikit berbeda, berkunjung ke rumah Wiyogo P.W. [UI 2009] dan Gua Petruk-Kebumen. Sama juga, tahun ini pun tidak hanya berkunjung ke rumah teman, tetapi juga tempat wisata. Kali ini rencananya pergi ke pantai terdekat. Sebenarnya rencana ini telah dirembug via FB sejak Ramadhan akhir, tapi akhirnya berubah dari rencana. Salah satu sebabnya adalah hari lebaran yang tidak sesuai rencana.

Barulah pada hari Minggu (4/9) terjadi 'rapat mendadak' dan didapat keputusan seperti yang terealisasi sehari kemudian. Kebetulan beberapa dari kami berkumpul pada hari Minggu itu karena ada acara futsal Rohis U-20 vs Rohis Senior [demikian sesuai yang tertera dalam jarkom--padahal sudah tak ada yang memenuhi syarat U-20].

Sayangnya, kampus UNY dan UNS tidak mempunyai waktu libur yang panjang. Mereka mulai aktif kuliah hari Senin (5/9). Terang saja banyak yang tak bisa ikut. But, kami tetap jalan.

Singkat cerita, kami sampai di kediaman sahabat kami, Solihin, setelah perjalanan sekitar 30 menit dengan sepeda motor dari alun-alun Kebumen. Tentu saja, kami langsung disuguhi berbagai macam hidangan: kue-kue lebaran dalam stoples, gorengan di atas piring, kacang rebus dan buah-buahan hasil panen sendiri, dan air minum yang dingin. Nyesss.

Obrolan mengalir. Tema utama, sebagaimana mulai menjadi kasak-kusuk para pemuda tanggung, adalah "fase berumah tangga yang kian dekat":D. Dan, semua orang di majelis itu menunjuk pada sebuah kelompok sebagai golongan yang akan dahulu menginjak fase itu. Mereka adalah kami yang berstatus sebagai mahasiswa STAN tingkat akhir, terutama saudara Idris yang sepak terjang pencarian rusuknya yang hilang telah berlevel intens. You khow what? Ada sebuah plesetan kepanjangan STAN: Setelah Tamat Akad Nikah. Ada-ada saja. Tapi memang demikian kebiasan beberapa mahasiswa di kampus itu. Juga telah terang bahwa teman kami sendiri, sepasang anak STAN asal SMAN 1 Kebumen, berencana nikah setelah wisuda tahun 2012.

But, who konws?

Pantai Menganti

Bakda Dzuhur, kami santap siang. Then, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Pencaron, sebuah pantai perawan. Tapi akhirnya kami masuk Pantai Menganti karena tidak begitu paham jalan masuk pantai Pencaron. Ohya, akses menuju kedua pantai itu adalah jalan berkelok dan naik-turun yang cukup curam. Mungkin kemiringannya hampir 45 derajat. Cukup memacu adrenalin kami untuk menaklukkan jalanan itu. Tahukah kamu? Kedua pantai itu adalah pantai dipinggiran bukit.

Tiket masuk: Rp4000,00 per kepala
Retribusi parkir: Rp2000,00 per sepeda motor.

Awesome!

Sejujurnya, ini adalah kunjungan pertamaku ke Pantai ini. Mohon maklum, karena pantai ini berada di bagian barat Kabupaten Kebumen, yakni Kec. Ayah, dan aku ada di Kec Kebumen, ibu kota Kebumen, :D.

Kami naik ke bukit, menuju mercusuar. Dari sana, kami melihat air laut di bawah. Mungkin ketinggian kami ada di 50 dpl [dari permukaan laut; dengan satuan meter]. Kalau kami berlari lalu meloncat, dengan bantuan parasut atau terbang layang, kami dapat mendarat di laut. Ups.

Mejeng dulu dah.


Terlihat dari bukit ini, di bawah sana, itulah pantai Pencaron, yang menjadi destinasi awal kami. Bisa saja kami turun bukit dan mendapati pantai itu. Tapi sepeda motor kami bukanlah belalang tempur yang bisa dipanggil sewaktu-waktu. So, kami keluar dari Menganti dulu.

Dari bukit itu, di sekitar mercusuar, kami menantimu untuk berkunjung ke Pantai Menganti.

[baca juga perjalanan selanjutnya, ke Pantai Pencaron]

No comments:

Post a Comment