Thursday, November 3, 2011

Aheading for Summer

03 November 2011

November telah datang dan matahari tengah beranjak menuju titik terjauhnya di selatan, di atas negeri kangguru Australia. Bumi belahan selatan semakin dekat dengan musim panas (summer) meski baru empat puluh hari ini bunga-bunga di sana bersemi. Dan, di Indonesia sendiri hujan telah turun sejak akhir Oktober lalu [menurut hematku, hujan pertama jatuh pada sore hari tanggal 22 Oktober].
Untuk pulau Jawa, terutama daerah yang berada di antara 6 dan 7 derajat lintang selatan, matahari memang baru saja melintasi zenit pada akhir-akhir Oktober itu, yakni pada awal hujan pertama. Matahari siang sangatlah terik, tapi untungnya suhu tak turun drastis di malam hari. Suhu memang cenderung stabil pada tingkat 'hangat' ketika penghujan di wilayah tropis tiba.

Namun, sesuatu yang paling kuperhatikan dari perilaku gerak semu tahunan matahari adalah waktu-waktu sholat. Akhir-akhir ini semua waktu sholat maju serentak pada tingkat yang paling awal, menurutku. Misalnya, aku yang tinggal di Tangerang Selatan [meski masih di dekat perbatasan Jakarta Selatan] pukul 04.10 WIB harus sudah bangun demi mendengar panggilan muadzin dari Masjid Al Abror untuk shola subuh berjamaah. Waktu dzuhur, asar, magrib, dan 'isya pun demikian; maju secara serentak.

Khusus untuk waktu subuh, yakni mulai sekitar pukul 04.10 WIB, menurutku sangat dini. Yah, meski bioritme tubuhku sudah ter-setting untuk terjaga pukul 04.00 WIB. Waktu tidur bisa jadi kacau. Bayangkan saja, Tangerang Selatan itu sudah cukup "barat" di Wilayah Indonesia Bagian Barat (WIB). Bisa diperkirakan waktu subuh di Kebumen adalah pukul 04.00 WIB atau 1-2 menit sebelumnya. Apalagi wilayah Jawa bagian timur seperti Jombang, Banyuwangi, Surabaya, Tulungagung, Jember, dll. Mungkin pukul 03.45 WIB sudah masuk waktu subuh. Padahal, biasanya, orang-orang yang bangun pada pukul segitu masih sangat sempat melakukan qiyam al lail.

Jadi, butuh penyesuaian jam tidur. Bila belum sanggup tidur a la orang Jepang yang hanya 4 jam, aku harus memajukan waktu tidurku. Tapi itu susah juga. [haha:D].

B
elahan Bumi Utara: Semi (21/3)-Panas (22/6)-Gugur (23/9)-Dingin (22/12)
Belahan Bumi Selatan: Gugur-Dingin-Semi-Panas [pada tanggal yang sama]

4 comments:

  1. Tanya dong dul, kalau musim panas kan siangnya lebih lama. Jadi logikanya waktu subuh harusnya lebih awal tapi magribnya lebih akhir.
    Tapi kok kenyataannya magribnya juga ikut lebih awal? Mohon penjelasannya.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Yang ditanya tidak lebih ngerti daripada yang tanya. Ulin kan jagonya bola langit, coba diitung pake rumus tan teta.. [bisa ga tuh?]

    hmmm, emang harusnya iya ya...

    ReplyDelete
  4. Haduh-haduh aku juga kagak ngarti dul, makanya aku nanya. hehe

    ReplyDelete