Wednesday, November 30, 2011

Jeda dan Udara

Jeda memiliki arti berhenti (stop), tapi bukan selesai (finish). Seperti lampu merah di persimpangan tempat kita berhenti dalam suatu perjalanan, ia bukanlah akhir dari perjalanan kita.


Udara mengisi setiap kekosongan ruang. Tapi sebenarnya, tak pernah ada ruang yang kosong karena ia terisi oleh udara. 'Hampa' namanya bila suatu ruang benar-benar kosong. Maka, jangan sampai ada kekosongan dan inilah peran udara untuk mengisi.


Berilah kesempatan bagi jeda dan udara untuk mengisi perjalanan kita, sebuah kehidupan.


Biarkan jeda berperan sebagai spasi dalam setiap kalimat yang kita tulis agar ia terbaca. Juga udara, khususnya oksigen, yang menjadi bahan bakar kehidupan.




Udara bukanlah kelemahan. Sebagaimana keberadaannya yang menempati ruang kosong silinder besi, ia memberi tenaga, kekuatan lebih pada batang besi itu. Buktinya, ia memiliki momen inersia lebih besar sebab konstanta inersia yang lebih besar pula.


Meski detik-detik telah meninggalkan masa lalu dalam tahun demi tahun, dan ia telah mengabil detik demi detik sisa umur kita, berilah jeda dan udara untuk sekedar menghela nafas panjang: diam dan berpikir.


Diam dan berpikir, mengevaluasi dengan menghitung-hitung pada diri sendiri tentang apa yang telah kita lakukan selama hidup.


Kuingat lagi diriku satu tahun belakang. Tapi aku manusia biasa yang acap kali lupa. Untunglah, Book of Abdullah (BoA) cukup membantuku mengingat, menjadi spion tempatku mengintip tanpa menoleh ke belakang. BoA jilid pertama, buku warna hijau itu, telah mengawalku sejak akhir 2010 lalu atau juga akhir 1432 H sampai akhir 2011 [tepatnya: 18 September 2010-13 Agustus 2011]. Ada catatan baik, banyak catatan buruk. Dan, aku seharusnya menangis dengan catatan itu. Dan, bagaimana nanti jika aku menerima catatan amal Raqib-Atid yang objektif dan meliputi segalanya tanpa tedeng aling-aling?


Tentang BoA, sebenarnya aku mempunyai 2 versi BoA: hardcopy (dengan buku dan ditulis tangan) dan softcopy (di Microsoft OneNote). Aku sendiri bingung mengintegrasikannya. Tapi biarlah, mana suka mengisinya. Tapi agaknya aku cenderung menaruh hal-hal yang lebih pribadi di BoA dalam bentuk buku. Sehingga pada dasarnya, yang aku sebut BoA adalah catatan versi buku. Meski begitu, tak semuanya hal yang sensitif karena intinya adalah program menulis setiap hari apapun itu. 


Sebagai contoh, BoA pada halaman Rabu, 4 Mei 2011 tertulis:
"Untuk pertama kalinya mendapat nilai 100 di STAN, yaitu Quiz Lab AKM II."


Hanya itu tulisan pada hari itu. Tak menentu memang kapasitasnya.


Sebenarnya tulisan apa ini. Draft ini dimulai ditulis sejak tanggal 26 November di Hasan Kos sebagai catatan perpindahan tahun Hijriah, tapi baru selesai tanggal 30 November di kos lama Al Kausar 52. 

1 comment:

  1. Jadi ingat lirik lagu Padi, "Bukankah hidup ada perhentian, tak harus kencang berlari..." ^^
    Tentang menulis catatan sebagai koreksi itu hebat sekali, hanya orng yang jujur yang bisa melakukannya dengan baik.

    ReplyDelete