Wednesday, December 14, 2011

Kepada Siapa Ku Harus Bertanya?

Kepada siapa kutanyakan kegundahan hati ini bila Kau menghendakiku tuli?


Tuhan memang tidak tuli. Dia Maha Mendengar, meski mulut kita tak bertanya dengan suara. Namun, meski tidak tuli, belum tentu aku bisa mendengar jawaban-Nya. Apalagi jika Dia menutup hatiku dari Petunjuk.


Lalu siapa yang akan menerjemahkan jawaban-Nya untukku?


Ingin kubertanya pada hati. Barangkali ia lebih mengerti arti jawaban-jawaban Tuhan untukku. Ketika hati kuketuk, ia ternyata begitu rapuh untuk kujadikan sandaran. Kadang, ada suara lain juga, yang sama halusnya. Dan aku kembali limbung. Hati ini sedemikian kotornya.


..

2 comments:

  1. Tenang saja Mabruri...bahasa Tuhan berlaku pada siapa saja, dan bagaimana pun keadaan hati kita... Petunjuk darinya itu, bisa datang kepada siapa saja yang Ia kehendaki..^^

    ReplyDelete
  2. ternyata kuharus bertanya pada ibu.

    ReplyDelete