Friday, January 27, 2012

Berkaca Lewat Kata

Seringkali aku membaca kembali tulisan-tulisanku yang lampau. Setidaknya ada tiga reaksi ketika kulakukan aktivitas itu. Pertama, aku malu karena ternyata tulisanku pernah seacak-acakan itu. Kedua, alhamdulillah aku bersyukur, karena ternyata ada perbaikan. Ketiga, menyesal, mengapa baru menyadari kelemahan tulisan-tulisanku setelah sekian lama.


Menurut analisisku sendiri, tulisan-tulisanku bertempo cepat, dalam artian gugup, tidak tenang, dan grogi. Persis ketika aku berbicara di depan kelas. Iya sih, tulisanku lebih halus ketimbang perkataanku. Ya itu karena telah melalui proses edit. Tapi tetap saja, masih ada sisa-sisa kegugupan kan? Hingga ide cemerlang yang kumiliki tidak tersampaikan dengan baik.



Semakin banyak orang bicara, semakin ketahuan sifat-sifatnya. Sama juga, kepribadian seseorang tercermin dari tulisan-tulisannya. Maka, bacalah aku dengan membaca tulisan-tulisanku.


Aku membaca sendiri tulisanku. Kadang geli, setelah agak bersedih, karena ternyata aku sering curhat lewat blog ini. Seorang teman dunia maya, yang ingin kuberterima kasih untuknya, menulis lewat FB chat, "Laki-laki koq curhat?" Sungguh, aku senang dengan kejujuran yang menjelma nasihat macam ini. Ternyata benar, kegalauanku terpampang jelas lewat curhatan di blog-ku. Menurut analisis kepribadian, aku memang termasuk golongan melankolis.


Beberapa tulisanku muncul sebagai sikap perlawanan atas keadaan yang aku sendiri tak kuat melawan dengan sikap yang nyata. Maka aku berargumen lewat tulisan. Kadang argumenku berarti bias; sebagai alibi. Sering pula tulisanku muncul karena aku tertekan secara emosi. Tidak jarang, atas dasar motivasi yang menggebu aku menulis. Apapun itu, alhamdulillah telah membuatku menulis.


__sebenarnya masih ingin menulis banyak tentang ini, tapi sudah berencana beres-beres kamar, mumpung Jumat mubarak.

1 comment: