Friday, January 13, 2012

Keterbatasan

"Keterbatasan membuat orang semakin bijak." (Abdullah Mabruri; 2012)

[1] Kemiskinan

Alkisah di suatu negeri antah berantah, hiduplah seorang miskin papa. Satu hari dari seminggu ia pergi ke pasar guna menjual cangkul hasil produksi tangan terampilnya. Dari penjualan itu didapatlah sejumlah uang. Tidak banyak, palingan cuma Rp100.000, tapi itu cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Menjelang keluar dari pasar ia mendengar seorang penjual menjajakan dagangannya. "Obral. Obral. Baju baru. Cuci gudang. Obral murah. Murah. Murah."

Ia tertarik. Disambanginyalah penjual baju itu. "Hai saudagar, berapaan baju ini?"


"Murah lah, Pak Cik. Semuanya sama, Rp20.000."

"Ah, mahal itu. Bolehlah kurang. Rp10.000 mungkin?"

"Tidak bisa, Pak Cik. Itu fixed price untuk all items."

Dalam kepala orang itu, terjadi kalkulasi sederhana yang melibatkan variable-variable pasti kebutuhannya. Demikian persamaan matematis yang terjadi: Penghasilan (Rp100.000) dikurangi biaya makan seminggu (Rp50.000) dikurangi lagi dana tabungan sebesar 10% (Rp10.000) dan dikurangi lagi dana cadangan 10% (Rp10.000). Maka tinggallah Rp30.000 yang berstatus free transfer atau idle cash. Masih cukup untuk beli baju baru. Hmmm. Tapi....

"Bagaimana Pak Cik?" Si Penjual mengharapkan tanggapan dari calon pembeli, membuyarkan monolog yang ada di pikiran orang itu.

"eeeee. Wahai saudaraku saudagar yang baik hati. Maafkan hamba tak jadi membeli engkau punya baju."

Memang sih cuma Rp20.000. Tapi aku tak pernah menyedekahkan uangku sebesar itu. paling cuma Rp2.000 tiap Jumat. Kiranya pantaskah hamba membelanjakan harta ini untuk barang yang fungsinya sama dengan yang kupakai ini? Lagian baju tak perlulah baru, asalkan bersih dan melindungi dari panas dan dingin.

__Kemiskinan telah membuatnya bijak, memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan.

[2] Disabilitas

Ia tak bisa berjalan sejak lahir, lumpuh. Maka ia hanya bisa menangis ketika teman-teman sebayanya menertawainya yang jatuh dari kursi roda di sore tenang berangin pelan. Dan ia bergumam, "Bila aku sehat seperti mereka, mungkin aku akan berlaku sama dengan mereka, atau lebih parah lagi."

__Setidaknya, kelumpuhan membuatnya terhindar dari berperilaku nakal.

12 Januari 2012

1 comment: