Wednesday, January 4, 2012

Reversing Entries

Reversing Entries. Jurnal Balik.


Rasanya membicarakan kebaikan diri sendiri adalah sebuah kebodohan yang nyata. Maka, aku tak ingin mengungkitnya kembali. Dan, berharap suatu balasan dari kebaikan yang pernah dilakukan adalah hal lain yang serupa bodohnya. Maka, aku juga berusaha menghindarinya.


Tapi, bukan manusia namanya bila hidup sendiri-sendiri. Fitrah, bila manusia harus saling menolong--dalam hal kebaikan tentu saja. Benar Allah-lah sebaik-baik penolong. Bisa saja seseorang dibantu oleh Allah untuk mendirikan istana dalam satu malam. Tapi itu di luar kewajaran. Wajarnya, Allah menolong seorang manusia untuk mendirikan rumah dengan perantaraan tetangga dan ahli bangunan untuk mengerjakannya.
*
Pertengahan tahun 2009, aku lupa tepatnya, yang jelas ini terjadi setelah aku membeli laptop di bulan Mei, terjadilah jurnal ini:


     Accounts Receivable                           xxx
          Cash                                                         xxx



Tak perlu sebut berapa nilai xxx itu. Namun, sampai hari ini (04 Januari 2012), jumlah saldo pada akun Accounts Receivable itu masih tersisa, meski hanya 5%Awalnya ini memang transaksi antara dua insan yang bersaudara dalam talian agama. Menolong adalah keharusan. Dan, waktu itu aku mampu melakukannya. Barangkali aku memang tolol, atas nama persaudaraan kutolak barang jaminan yang kau tawarkan. Bahkan bukti hitam di atas putih tak ada. Kini aku yang membutuhkan. Ingin aku meminta tolong padamu, tapi bahkan aku merasa malu untuk menagih yang 5% itu.


Tentang 5%, itu bukan lagi urusan dua insan semata. Tapi telah bisa dijadikan pelajaran bagi siapa saja. Bahwa ini masalah muamalah yang seharusnya cepat diselesaikan olehmu, bukan olehku. Maka tak salah bila aku malu menagih, karena seharusnya aku melupakannya. Tapi, jika aku benar-benar lupa, dan kau juga lupa, maka di akhirat kita akan diingatkan--dan itu sudah sangat terlambat untuk menyesal.


Maka, maukah kau kuingatkan? Aku sendiri ragu, dan malu.


Harusnya aku melupakannya, tapi sungguh aku sedang membutuhkannya. Membutuhkan jurnal itu dibalik menjadi:


    Cash                                          5%*xxx
         Accounts Receivable                     5%*xxx


Bahkan tambahan jurnal, yakni:


    Cash                                         50%*xxx
          Accounts Payable                          50%*xxx


Maafkan aku lantaran tak tahu cara yang santun untuk mengingatkan. Atau bahkan ini adalah usaha yang salah. Jika pun tidak melalui dirimu, aku berharap Allah menolongku melalui kawan lain atau siapapun atas usahaku ini. Eh, barangkali. Siapa tahu kebutuhanku tanggal 6 atau 7 Januari ini tercukupi.


Ah, Kawan, bukan aku berharap balasan darimu dengan meminta bantuan padamu. Namun aku belum menemukan kawan lain yang sama enaknya dalam hal kuminta tolong ini.


ditulis di rumah, dalam ujian kesempitan multidimensi yang menyedihkan.

No comments:

Post a Comment