Wednesday, February 29, 2012

Melanggengkan Eksistensi

Apa itu "Eksis"?

Di dunia ini, gerak manusia di batasi oleh jarak dan waktu. Di dunia maya, dunia internet, jarak dan waktu dilipat sedemikian rupa sehingga lalu-lintas begitu ramai, melintansi batas-batas waktu dan ruang. Di dunia internet, keberadaan para pelakunya tidak di definisikan sebagai orang perorangan, melainkan dipresensikan dengan berbagai macam akun (account) sebagai wakil.

Menjadi masyarakat dunia maya, eksistensi atau keberadaannya dengan sangat mudah terdeteksi dengan memiliki akun-akun tertentu. Sebelum memiliki akun-akun ini, semisal akun Gmail; Facebook; ataupun Youtube, seseorang tidak bisa dikatakan sebagai masyarakat internet. Dia hanya seperti angin lalu yang bahkan tak mampu menggoyang rerumputan. Dia belum "eksis".

Saturday, February 18, 2012

Secangkir Teh: Keakraban yang Sederhana

Secangkir teh hangat darimu cukup untuk awali hari terindah dalam hidupku
_Kau Kini Ada-So7

11 Januari lalu.

Oleh sebab aku tak punya anggaran lebih untuk membeli kemewahan, maka kuucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat yang berkenan akrab denganku hanya dengan secangkir teh manis hangat. Dengan alibi kesederhanaan hidup, secangkir teh menjadi sajian tunggal yang menyatukan kita.


Wednesday, February 15, 2012

Mencari Aku

aku undur diri dari keramaian
bersepi sendiri
dengan luka berdaki
dan hati yang terlubangi


terasing di belantara bising
oleh angin yang bingung musim
masing-masing dengan ambisinya
demi capai ujung terompet belaka

Monday, February 13, 2012

Todays Exam

...
Aku melangkah menyusuri duniamu cahaya di kehidupan
Walau rintangan menghalangi aku tetap tabah menghadapinya
Sibak gembira yang menyelimuti diri
Meraih suatu keputusan tegakkan keadilan
Seluruh jagad insani
Cahaya kemenangan menyatu hati nurani
....
ost Wiro Sableng

Sunday Morning: Burjo-Ketan Hitam

Seperti biasa, aktivitasku minggu pagi adalah tahsinul Qur'an di mushola Nurul Jannah. Tapi kali ini tidak biasa. Kenapa? Karena sesuatu.

Pak Yeyek nama penjual keliling bubur kacang ijo-ketan hitam itu. Tanpa diminta dan tanpa meminta imbalan, tiba-tiba beliau memberi barang dagangannya kepada para pemuda yang sedang tahsinul Qur'an (belajar membaca al Qur'an dengan baik). Ini tidak terjadi sekali. Memang waktunya tidak menentu, tapi bukan berarti hanya sekali.

Sementara kami membaca, beliau menyiapkan beberapa burjo-ketan hitam dalam gelas di belakang.

Maka, mari kita doakan agar Pak Yeyek diberikan kemudahan dalam berbuat baik--dan semoga diterima amal baiknya.


PS: Burjo-ketan hitam adalah salah satu makanan favoritku.

__Minggu pagi, di kamar saja.

Wednesday, February 8, 2012

Surga yang Hilang

Adalah Kebumen, sebuah daerah pesisir yang tidak membuat orang penasaran ketika mereka melihat peta Jawa Tengah. Letaknya cukup malang, tidak terpencil dan tidak juga di keramaian. Dari Jakarta, kereta tujuan Jogjakarta selalu melewatinya. Tapi, mungkin tidak ada yang peduli. Aku memaklumi, karena mereka belum tahu tentang Kebumen.

Maka, izinkan aku mengiklankan Kebumen sebagai 'Surga yang Hilang'. Beberapa buku telah memberitakan bahwa kota Atlantis, yang merupakan tempat peradaban tertua itu muncul, disinyalir berada di Kebumen. Menurut Profesor asal Brasil Arysio Santos lewat bukunya yang terkenal dan mencengangkan, Atlantis: The Lost Continent Finally Found, "Atlantis adalah negeri tropis berlimpah mineral dan kaya akan keanekaragaman hayati yang tumbuh." Masih menurutnya, letak Atlantis berada pada pertemuan tiga lempeng benua yakni Australia, Eurasia, dan Asia. Beliau sendiri telah mengungkapkan bahwa pertemuan tiga lempeng itu ada di Indonesia.

Friday, February 3, 2012

Keberuntungan Awal; Sebuah Klarifikasi

Pernah aku menulis sebuah pernyataan di dalam naskah yang kuikutsertakan dalam sebuah lomba, dan ternyata lolos. Kini naskah itu telah terbit dalam bentuk buku antologi berjudul "Berjalan Menembus Batas". Padahal aku ingin meralatnya, tapi kemungkinannya sulit. Yah, untungnya, pernyataanku itu dihapus oleh mas/mbak editor--suwun ya. Meski begitu aku tetap merasa bertanggung jawab atas pernyataan itu. Maka di sinilah aku ingin meralatnya.


Pernyataanku adalah sebagai berikut: