Monday, February 13, 2012

Sunday Morning: Burjo-Ketan Hitam

Seperti biasa, aktivitasku minggu pagi adalah tahsinul Qur'an di mushola Nurul Jannah. Tapi kali ini tidak biasa. Kenapa? Karena sesuatu.

Pak Yeyek nama penjual keliling bubur kacang ijo-ketan hitam itu. Tanpa diminta dan tanpa meminta imbalan, tiba-tiba beliau memberi barang dagangannya kepada para pemuda yang sedang tahsinul Qur'an (belajar membaca al Qur'an dengan baik). Ini tidak terjadi sekali. Memang waktunya tidak menentu, tapi bukan berarti hanya sekali.

Sementara kami membaca, beliau menyiapkan beberapa burjo-ketan hitam dalam gelas di belakang.

Maka, mari kita doakan agar Pak Yeyek diberikan kemudahan dalam berbuat baik--dan semoga diterima amal baiknya.


PS: Burjo-ketan hitam adalah salah satu makanan favoritku.

__Minggu pagi, di kamar saja.

3 comments:

  1. Tidak perlu menunggu sampai harta bertumpuk, dengan bubur pun beliau dapat menikmati keindahan dan bahagia bersedekah...

    ReplyDelete
  2. Bener sekali Vin,, semoga kita bisa meniru kebaikannya.

    ReplyDelete