Monday, March 19, 2012

Di Balik Simbol Tugu Pahlawan Surabaya

Dalam bahasa, penyimbolan sebuah 'makna kata' ke dalam 'bentuk kata' adalah arbitrer atau manasuka. Contohnya adalah suatu bentuk kata 'makan' yang mewakili 'aktivitas memasukkan sesuatu ke dalam mulut untuk kemudian dicerna oleh tubuh' sama sekali tidak ada hubungan. Artinya, 'bentuk kata', atau bisa saja disebut sebagai 'simbol kata', tidak pernah mencerminkan apa yang dilambangkan atau yang disimbolkan.


Namun, apakah demikian berlaku simbol-simbol tertentu? Misalnya, Tugu Monas di Jakarta, Tugu Muda di Semarang, dan Tugu  Pahwalan di Surabaya.



Tentunya, ketiga tugu itu mewakili suatu makna tertentu yang sesuai. Kawan pembaca sekalian tentu sudah sangat paham. Tugu Monas mengenang perlawanan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan . Tugu Muda melambangkan semangat juang mempertahankan kemerdekaan pada Pertempuran Lima Hari di Semarang (14-19 Oktober 1945). Tugu Pahlawan memperingati Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.


Apakah hanya itu makna lambang-lambang itu?


Mungkin ini prasangka, kecurigaan, atau boleh jadi merupakan sikap skeptis. Tapi tidak ada salahnya berbagi pikiran tentang apa yang sama lihat dari foto ini.
Foto 1
sumber: id.wikipedia.org
Bagi beberapa orang yang tahu tentang paganisme, mereka akan tahu bahwa Tugu Pahlawan dan bangunan limas segiempat di belakangnya (Foto 1) mirip dengan Obelisk dan Piramida (khususnya piramida dengan pucuk terpotong). Sekedar mirip atau disengaja? Ya, kalau disengaja, pasti mirip.
Foto 2
sumber: kompasiana.com
Foto 2 diambil dari gedung Bank Indonesia, yang pada Foto 1 terlihat sebagai gambar latar belakang.


Then, what's the matter?


Ya, memang kenapa jika Tugu Pahlawan mempunyai makna lain, yaitu sebagai simbol pagan? Apa pedulinya dengan gue? Sangat mungkin pertanyaan ini muncul di benak para pembaca sekalian. Maka, ketahuilah, Tugu yang sepenting ini pasti pembangunannya berada di bawah wewenang orang besar. Pejabat, katakanlah. Dengan demikian, 'orang besar' yang turut dalam pembangunan Tugu Pahlawan itu mungkin saja menganut paham paganisme. Yang artinya, terdapat banyak konspirasi di negeri ini. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam 'tunduk' kepada 'orang besar'.


Untuk mengetahui tentang paganisme, masonik, dll. bisa dicari di internet. Banyak sekali situs yang membahas masalah ini.


__di perpustakaan baca, tempat yang paling kusukai di kampus ini--bukan masjid kampus (karena sesungguhnya kampus ini tidak memiliki masjid).

6 comments:

  1. Wah, ngeri juga aku coba cari Mabruri. Banyak artikel yang justru menjatuhkan Islam (ttg pagan). Harus lebih teliti nih. 0_o

    ReplyDelete
  2. Wow ternyata.. Emang sih katanya penguasa jaman dulu masih banyak yang terpengaruh mason, pagan, dll dari penjajah.

    Eh emang di kampus ini ada ruang bacanya?? Baru tahu, Dul.

    ReplyDelete
  3. hmmm harus selalu memverivikasi berita..

    waduh, sedih banget Lin baru ngerti.. hehehe
    sambil ngenet gratisan..

    Ulin, mana enting-entingnya?

    ReplyDelete
  4. Di gedung P kah? Maklum gak pernah ke perpus.

    Wah udah habis dul enting-entingnya. Hehe.

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. #Pagan
    Sip... Dari sini kan kita jd lebih hati-hati dg pernyataan2 dan keputusan mereka...'orang besar'. Trims ya...^^

    #Khas Salatiga
    Mabruri suka enting-enting ya? Kalo mau aku sm Ulin bawakan ya. Aseli Salatiga, kualitas istimewa. Mantap!!!. Jadi, 'Berjalan Menembus Batas' gratis untuk kita ya...ehehehe...^^

    ReplyDelete