Monday, April 30, 2012

My Personality, by Online Test

Bahkan untuk mengetahui kepribadian (personality) saja saya butuh bantuan seseorang atau sesuatu di luar diri saya. Ya, karena persona itu topeng. Ketika memakai topeng, saya tidak bisa melihat seperti apa topeng itu. Maka, saya menyetujui pendapat seorang kawan: bahwa kita butuh cermin untuk mengenali diri sendiri. Lalu, saling mencerminkan. Dan alangkah baiknya jika cermin itu memberi nasihat, saran, pujian, maupun kritik, tidak diam saja.

Anyway, inilah hasil tes kepribadian saya dari suatu laman web. Mungkin tidak presisi, tapi begitulah kepribadian; tidak ada alat ukur yang pasti. Tapi ini cukup untuk mengenali saya.

Kepribadian melankolik yang sempurna, sering juga disebut type compliance

sifat utama: introvert, pemikir, dan pesimistik

seorang analitis yang mendalam dan penuh pikiran. serius dan tekun, teratur, cenderung jenius. berbakat dan kreatif, bisa juga artistik dan musikal. menghargai keindahan, keteraturan, filosifis dan puitis. sensitif alias perasa terhadap perasaan orang lain, suka berkorban dan idealis.
  

Monday, April 23, 2012

Langit dan Bumi [2]: Purnama di Siang Hari


Langit dan bumi pernah berpadu satu pada suatu masa pada awal penciptaan. Lalu keduanya dipisahkan, dan pemisahan keduanya menjadi suatu pertanda peristiwa dahsyat. Sekarang ini, langit dan bumi tidak akan bersatu kecuali di tangan pelukis lewat garis perspektifnya.

Pernah suatu waktu langit dan bumi berseteru tentang siapa yang lebih hebat. Langit, yang berhiaskan matahari yang digdaya, bulan yang anggun, bintang-bintang yang cantik jelita, gugusan bintang yang bergelora, galaksi yang elok menawan, nebula yang lembut memikat, dan lain-lain, merasa hebat tak terperikan. Sama juga dengan bumi yang tersusun atas gunung yang gagah menjulang, laut yang biru berayun mesra, sungai yang mengalir indah, tumbuhan yang melantun merdu di tiap gemerisik geraknya, binatang dengan nyanyian syahdu nan berpuja dan puji, dan manusia yang berakal sempurna, menjadikan bumi merasa lebih sakti ketimbang langit. Seteru keduanya tak terhenti seolah mereka musuh bebuyutan.

Travel Writer

Travel writer, it's sounds good. Pertama kali aku tahu istilah ini dari Mas Gol A Gong. Kedengarannya, ini bisa jadi alternatif spesialisasi tulisanku. Travel writer pastinya mesnyaratkan kecakapan yang beragam: kekuatan fisik untuk daya jelajah, hobi berpetualang, kemampuan komunikasi, mudah beradaptasi, dll.

Aku mempunyai potensi pada fisikku: liat, tahan banting, lincah, berlari cepat dan tahan lama [so what?]. Tapi mengapa aku menulis? Ataukah sudah terlanjur menulis?

Saturday, April 21, 2012

Langit dan Bumi [1]: Aku Ingin Pergi ke Langit


Apa yang naik ke langit adalah cita-cita di dalam doa.
Apa yang turun ke bumi adalah nikmat bersama hujan.
*
Kebumen, Sabtu 2 Mei 2009 pukul 20:49 WIB [8 Jumadil Awal 1430 H]

“Aku ingin pergi ke langit, Biyung[1]. Aku ingin menjadi astronot!” Aku menegaskan kembali keinginan abadiku sejak sebelum TK. Keinginan yang sama sekali beda dengan pandangan orang tua, terutama Ibu.

“Biyungku sayang, langit menyimpan banyak misteri. Langit itu sesuatu yang istimewa. Buktinya kitab-kitab suci banyak menyebutnya.” Aku menyebutkan lagi argumen-argumen yang telah berulang entah untuk keberapa kalinya. “Bintang-bintangnya, debu antar bintang, nebula, galaksi, cahaya, semua itu adalah ciptaan agung yang menarik dan perlu direnungi, yang banyak terabaikan oleh orang awam.

Friday, April 20, 2012

Langit dan Bumi: Prolog

Rabu 28 Mei 2008 [23 Jumadil Awal 1429 H]
Kursi 16E Gerbong 5 Kereta Api Ekonomi Kutojaya Utara

Barangkali di sana, di suatu tempat selain di sini, ada perantara jawaban-Nya atas kegundahan sebongkah hati manusia, sebuah dilema anak muda atas suguhan pilihan yang sama nyata. Seperti tak percaya, aku tak ingin dipilihkan. Aku ingin memilih, menentukan, dan bebas merdeka. Namun, keadaannya sungguh sulit: maju tak mampu, mundur tak mau. Maka aku memutuskan untuk istirahat, time out untuk permainan ini. Kutinggalkan medan perang dalam status quo.

Saat ini, aku dan masa lalu mendukung keinginanku; menjadi orang pertama di kampung yang menjadi astronot, manusia Indonesia pertama yang pergi ke ruang angkasa[1], sekaligus orang pertama di dunia yang akan menginjakkan kaki di Planet Mars. Orang tua dan fakta masa kini mengarahkan pada jalan lain yang berpembatas—yang menjadikan jalan menyempit—yang harus kulalui. Sebuah jalan dengan rambu-rambu yang tidak sesuai keinginanku, penuh pertanda berlawanan, dan memakasaku berbelok ke arah yang lain.

Wednesday, April 18, 2012

Berjalan Menembus Batas: The Power of Kiasu

Rasanya aneh kalau aku sendiri belum me-review buku sendiri. Bukan buku solo sih, tapi ini buku antologi-bersamaku yang kedua. Buku pertama yang mencantumkan namaku adalah buku kumpulan kisah inspiratif "Para Guru Kehidupan". Buku ini juga belum aku review di blog ini. Mungkin buku pertama itu tak perlu aku review. Hanyalah ucapan terima kasih melalui tulisan kepada mbakyu, Arum Anggraeni, untuk segala bantuannya--segalanya--atas lahirnya buku antologiku yang pertama itu. Ucapan ini hanyalah wakil rasa terima kasih, karena sesungguhnya wujud terima kasih itu terlalu abstrak untuk diwakilkan dalam rupa apapun.


Buku "Berjalan Menembus Batas" yang diterbitkan Bentang Pustaka ini merupakan sebuah proyek menulis bersama Ahmad Fuadi (penulis Novel "N5M" dan "R3W") yang diadakan penerbit ini. Seri "Berjalan Menembus Batas" merupakan seri pertama dari buku kisah reflektif Man Jadda Wajada. Alhamdulillah, naskahku langsung lolos pada kesempatan yang pertama ini (dan memang aku tidak ikut untuk 2 seri selanjutnya).

Wednesday, April 11, 2012

Broad Band: Tentang Qiyam al Lail

Ada orang yang menghubungkan waktu sepertiga malam yang akhir sebagai waktu di mana orang sepi bermunajat, maka sambungan kepada Allah sangat lancar. Di saat orang lain sedang tidur, pastinya hanya sedikit yang 'menghubungi' Allah lewat sholat malam. Benarkah demikian?

Ingat bumi ini bulat. Ketika di sini waktu sedang berada pada sepertiga malam yang akhir, di belahan dunia lain bisa saja sedang siang, sore, atau pagi. Jadi, tidak tepat analogi bahwa sambungan kepada Allah itu sepi ketika sepertiga malam yang akhir. Right?

Monday, April 9, 2012

Program Membaca Buku

Awalnya, aku membuat program membaca buku sebanyak 1 buah setiap minggunya. Iya, sangat minim memang. Bayangkan, setahun hanya membaca 52 buku selain buku kuliah. Kenyataannya, meski tetap membaca buku, waktu satu minggu itu tidak cukup untuk menyelesaikannya sampai akhir. Padahal, ada seorang teman FB, pelatih NLP (Neuro-Linguistik Programming) membaca sampai 8 buku seminggu. Sebutlah misal hanya 7 buku dalam rata-rata per minggu, itu artinya satu buku dalam sehari. Hebat bukan buatan!

Selain itu, aku ingin membeli buku setikdanya satu buah tiap bulannya. Sangat minim bukan?

But, bismillah. Program yang sederhana ini mari aku realisasikan.

Tea Conference

Friday Morning, Tea Conference @Abdurrahman Shidiq's cottage
Foto:  http://dkayanganspa.blogspot.com  


It's love to gather with friends. But, I consider we spent too much time by do nothing or idle talking. I don't agree. "We are young, we must be productive," I wanted to say.

Thursday, April 5, 2012

Tentang Nama: Substance over Form

Aku masih bingung terkait dengan namaku. Nama yang tertera pada KTP, KK, segala rupa ijazah, piagam penghargaan, sertifikat, dll. adalah ABDUL MABRURI. This is my administratif name. Dan, apa yang membuatku bingung adalah: dengan nama inikah kelak di akhirat aku akan dipanggil-Nya?

Monday, April 2, 2012

Quote "Galau"

Salah satu hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh laki-laki lajang adalah minta dibangunkan oleh seorang wanita, kecuali ibunya. Juga, salah satu hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh laki-laki yang sudah menikah adalah minta dibangunkan oleh seorang wanita, kecuali istrinya.
__inspirasi dari status teman

Rumah Menghadap Selatan

Ada keuntungan geometris bagi rumah-rumah yang menghadap selatan di daerah beriklim tropis yang berada di selatan khatulistiwa. Yaitu, ketika penghujan, angin dari arah Asia (barat laut) menyapu titik-titik hujan ke arah tenggara. Maka beranda rumah terbebas dari tempias hujan. Ketika kemarau, angin Australia mengarah ke barat laut. Maka, kita akan dibelai-belai angin manja ketika duduk di beranda sejak siang sampai sore. Angin yang sejuk ini menenteramkan, dan membuat kita merasa mengantuk; menghipnotis kita untuk sejenak melupakan segala kepenatan yang menyesakkan.

Selain, tentu saja, langit selatan lebih banyak bertabur bintang. Tapi sebenarnya, aku mau mengatakan bahwa rumahku menghadap ke selatan.

Sunday, April 1, 2012

[belum ada judul]

Mungkin kita ingin berbicara, tapi kita tahu aturan mainnya. Bahwa selain pembicaraan yang penting, sebaiknya dihindari dan ditinggalkan. Meski barisan kata antri di bibir kita, janji yang tak kita sepakati selalu kita junjung tinggi.


Tak perlulah kita bicara yang tak penting, sebab ada komunikasi lain yang menghubungkan kita. Lalu semua akan berlalu, dan akhirnya kita tahu, meski harus menunggu.

Panta Rei Ouden Menei

Ingin berhenti dan menata ulang. Mungkin tidak dari awal, bukan pula dari nol (0), tapi setidaknya menganggap semuanya seimbang antara positif dan negatif (tapi tetap bukan nol), lalu menambahnya dengan nilai positif, menambah kecepatan, hingga akhirnya stabil dalam akselerasi. Karena berhenti bukan berarti mengakhiri, menyudahi, atau menyelesaikan.

Panta Rei Ouden Menei. Semuanya mengalir dan berputar. Demikian herakleitos. Hal ini merupakan sunnatullah kehidupan.