Wednesday, April 18, 2012

Berjalan Menembus Batas: The Power of Kiasu

Rasanya aneh kalau aku sendiri belum me-review buku sendiri. Bukan buku solo sih, tapi ini buku antologi-bersamaku yang kedua. Buku pertama yang mencantumkan namaku adalah buku kumpulan kisah inspiratif "Para Guru Kehidupan". Buku ini juga belum aku review di blog ini. Mungkin buku pertama itu tak perlu aku review. Hanyalah ucapan terima kasih melalui tulisan kepada mbakyu, Arum Anggraeni, untuk segala bantuannya--segalanya--atas lahirnya buku antologiku yang pertama itu. Ucapan ini hanyalah wakil rasa terima kasih, karena sesungguhnya wujud terima kasih itu terlalu abstrak untuk diwakilkan dalam rupa apapun.


Buku "Berjalan Menembus Batas" yang diterbitkan Bentang Pustaka ini merupakan sebuah proyek menulis bersama Ahmad Fuadi (penulis Novel "N5M" dan "R3W") yang diadakan penerbit ini. Seri "Berjalan Menembus Batas" merupakan seri pertama dari buku kisah reflektif Man Jadda Wajada. Alhamdulillah, naskahku langsung lolos pada kesempatan yang pertama ini (dan memang aku tidak ikut untuk 2 seri selanjutnya).

Di dalam buku "BMB" ini, naskahku berjudul "The Power of Kiasu". Di situ aku menceritakan perjalanan seorang kawanku SMA dalam menuntut hak pendidikannya. Jika penasaran, langsung saja pergi ke Gramedia, atau toko buku lainnya, dan beli buku itu.


Tak perlu aku membahas isinya, karena itu udah ada di website resmi Bentang Pustaka. Berikut adalah yang tertulis di laman itu.
...
Berjalan Menembus Batas


Penulis: A. Fuadi, dkk
Penerbit: Bentang Pustaka
Harga: Rp39.000 Rp33.150


Sinopsis



Keterbatasan, baik fisik, materi, maupun lingkungan terkadang menjadi dalih untuk tidak dapat meraih impian. Padahal, man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil! Kesungguhan menumbuhkan harapan, sikap positif, dan memperbesar peluang berhasil bagi yang melakukannya.

Cerita-cerita inspiratif dalam buku ini membuktikan kebenaran pepatah Arab tersebut. Kekurangan menjadi suatu kekuatan, dan keterbatasan bukanlah halangan dalam meraih keberhasilan. Ditulis langsung dari pengalaman nyata para tokoh, buku ini menularkan ruh penuh semangat untuk bangkit menembus batas.

Ayo, tularkan semangat berusaha dan berjuang semaksimal mungkin. Bahkan langit kini tak lagi menjadi batas.

...
Nah, yang ingin kutulis di sini adalah saat aku menuliskannya. Aku memulai proses penulisan ini pada hari pertama Ujian Tengah Semester 4 hari pertama. Aku chatting dengan temanku, meminta kesediaannya menjadi sosok yang akan kutulis ceritanya. Melalui FB chat, kami bersepakat. Dia bersedia bercerita ihwal dirinya setelah ujiannya yang tinggal 1 hari lagi selesai. Maka, kusiapkan pertanyaan agar ia dapat bercerita sesuai alur yang kubutuhkan.


Singkat cerita, pada hari Sabtu saat jeda ujian itu, aku mengkhususkan diri untuk merangkai kisah temanku itu. Bermodal modem pinjaman, kuisi pulsa harian, aku bebas berkomunikasi dengan orang yang sedang kutulis biografi singkatnya. Di ruang pengasingan aku memisahkan diri dari peradaban. Ruangan itu adalah kamar kos yang ditinggal penghuninya belakangan ini: sepi dan restricted dari kebisingan. Namun, seharian itu naskah belum selesai. Deadline-nya hari Jumat, tepat satu hari setelah UTS ini selesai. Aku harus menyelesaikan naskah ini sambil ujian, and it's fine by me. Aku memang sudah tidak terlalu peduli dengan angka (nilai) [#alibi].


Singkat cerita lagi, pada hari terakhir pengumpulan, naskah kukirim beberapa menit sebelum pukul 24.00 (batas akhir pengiriman hari itu). Alhamdulillah, safe. Yang jelas, terima kasih untuk teman yang telah sudi meminjami modem.


Suatu pagi, aku mendapat pesan singkat dari redaktur (katakanlah: juri) proyek menulis itu. Isinya, aku dipersilakan untuk melihat email. Alhamdulillah, ada namaku sebagai penulis yang lolos proyek itu, meski di urutan terakhir (ke-13). Tadi malam, aku seperti mendapat firasat bahwa akan ada kabar baik pagi harinya. Dalam pada itu, aku ingin bertanya pada ibuku, "Biyung, apa Biyung sedang berdoa?"


Sekitar setengah tahun kemudian, buku ini terbit. Alhamdulillah.

1 comment: