Monday, April 23, 2012

Travel Writer

Travel writer, it's sounds good. Pertama kali aku tahu istilah ini dari Mas Gol A Gong. Kedengarannya, ini bisa jadi alternatif spesialisasi tulisanku. Travel writer pastinya mesnyaratkan kecakapan yang beragam: kekuatan fisik untuk daya jelajah, hobi berpetualang, kemampuan komunikasi, mudah beradaptasi, dll.

Aku mempunyai potensi pada fisikku: liat, tahan banting, lincah, berlari cepat dan tahan lama [so what?]. Tapi mengapa aku menulis? Ataukah sudah terlanjur menulis?


Mungkin iya, aku suka dengan jalan-jalan. Tapi sekarang? Aku hanyalah seorang pemuda tengik yang terjebak dalam pusaran keterbatasan finansial. Jadi, apa modalku? Modalku adalah niat, dengan kompor semangat.

Bismillah. Travel writer.

barangkali seperti Agustinus Wibowo. Berjalan seorang diri, mempelajari negeri asing dan orang asing, juga bersepeda, membawa kamera dan buku cacatan. Wah... Luar biasa. How beautiful it is to travel.

But, tentunya, banyak hal lain juga yang harusnya menjadi prioritas.

No comments:

Post a Comment