Thursday, May 31, 2012

Wisuda: Membingkai Kenangan

Atas nama kenangan, manusia seringkali membelanjakan sejumlah besar dananya. Padahal, sebaik apapun kenangan itu terbingkai, manusia tidak akan menjadi abadi karenanya. Dan ekstremnya, kenangan itu tidak dibawa mati kan?

Saat ini, hal yang sedang membayangi pikiran saya tentang satu jenis kegiatan "membingkai kenangan"adalah perayaan wisuda.
Sumber gambar: sttmusi.ac.id


Monday, May 21, 2012

Sepenggal Catatan Petang

Catatan kecil nan sepele seperti ini malah mungkin perlu ditulis.

Hujan turun pada senja di awal Mei. Begitu mencekam. Mendung dan petang. Siapa bilang senja itu indah? Atau inikah senja terakhir bagiku? Aku selalu mewaspadai senja, apapun bentuknya: senja yang lembayung atau senja yang murung. Yang jelas, senja selalu berarti hari yang menua. Mengingat ini, aku teringat wanti-wanti Biyung. Segera kurapal doa-doa petang.

__Catatan beberapa petang yang lalu.

Tenggara

Kadang, orang menyembunyikan maksud tertentu dari penyebutan arah. Di Indonesia, konotasi "barat" adalah kemajuan, kehebatan, bebas, kapitalis, sekaligus kebejatan moral. Sedang arti kias untuk "timur" adalah kemiskinan, demokratis, keramahtamahan, dan mistis. "Utara", sebagaimana barat, dapat untuk mewakili kemajuan, kekayaan, kesetaraan, liberalis, dan juga sosialis. Sedangkan selatan adalah kemiskinan, kebodohan, padat penduduk, terbelakang, tetapi pongah. 

Saturday, May 12, 2012

Kuseduh Kopi Pagi

Tiap pagi,
ketika kuseduh kopi, pada air yang berpusar tenang itu, tergambar wajah ibu.
Ketika kuhirup aromanya, aku mendengar ibu berkata: sudah kau menanak nasi, anakku?

Kusibak gorden, kubuka jendela
Aku melihat ibu menyiangi rumput di taman inspirasi
Lalu tersenyum menyadari aku memperhatikannya
Tanganmu dingin untuk kesuburan apapun, ibu.

Tuesday, May 8, 2012

Proposal Hidup


Bismillahirrohmanirrohim

Preambule
Saya, Abdullah Mabruri,  telah mengahabiskan umur selama 21 tahun 3 bulan dan dua puluhan hari. Sepanjang itu, kehidupan telah menempa saya menjadi seperti apa adanya sekarang ini: ada kekuatan dan kelemahan, ada positif dan negatif, ada masa lalu dan harapan.

Meski demikian, saya masih saja kesulitan untuk mengidentifikasi kepribadian saya tanpa bantuan pihak eskternal. Alasannya: untuk berkaca, saya butuh cermin, kan? Dalam hal ini, saya mencoba tes kepribadian pada suatu halaman web. Berikut adalah hasil tes yang saya jalani setelah disesuaikan dengan karakter yang menurut saya benar-benar ada dalam diri.

Book of Abdullah: Sebuah Jurnal Seorang Hamba

Laki-laki punya diari? Rasanya gimana gitu ya?

Diari, memang rasanya feminim banget. Jadi, mari kita sebut saja sebagai jurnal. Bukan karena saya mahasiswa Akuntansi yang tiap harinya tidak bisa lepas dari istilah itu. Tetapi 'jurnal' itu sendiri adalah catatan harian. Kemudian kata ini diadopsi ke dalam berbagai disiplin ilmu, bidang, dan bentuk lainnya.

Meski menulis jurnal (catatan harian) di buku secara fisik mengandung makna yang begitu klasik, seringkali kita bosan menulis dengan tangan. Saya sendiri kadang-kadang saja memakai buku fisik untuk menulis jurnal -tapi tetap memakai.

Book of Abdullah (BoA) adalah nama buku jurnal saya. Dalam praktiknya, penggunaannya sama dengan diari: tempat curhat. Tapi, berhubung saya ini laki-laki tulen, terlalu feminim kalau ini disebut sebagai diari. Pokoknya, nama catatan saya itu: Book of Abdullah, yang saat ini sudah berjilid dua (satu jilid berisi satu tahun kalender).

Seperti apa BoA itu? Check this pic out! 
BoA 2 Mei 2012: Tambang Asteroid