Saturday, May 12, 2012

Kuseduh Kopi Pagi

Tiap pagi,
ketika kuseduh kopi, pada air yang berpusar tenang itu, tergambar wajah ibu.
Ketika kuhirup aromanya, aku mendengar ibu berkata: sudah kau menanak nasi, anakku?

Kusibak gorden, kubuka jendela
Aku melihat ibu menyiangi rumput di taman inspirasi
Lalu tersenyum menyadari aku memperhatikannya
Tanganmu dingin untuk kesuburan apapun, ibu.

6 comments:

  1. Sederhana, apa adanya, tapi begitu menyentuh jiwa... :-)
    Ibu Mabruri dengan ibuku punya hobi yang sama. Menanam.^^. Tapi beliau lebih jago tanam sayuran, spt cabe, terong, kacang panjang.(itu sih polowijo, ha2) Maklum Sukoharjo daerah panas...
    Tapi pekarangan rumahku, tetap hijau nan sejuk...hehehehe...
    Sayangnya, ibuku lihat aku minum kopi malah 'ceramah'. Berlebihan katanya...
    #Hah... Jadi pengen pulang ini.
    Jika sempat main ke Salatiga, aku ajak ke Banaran Mabruri... Ada teh spesial juga lho...Ga kalah mantap.

    Kalau kopi, asli dari kebunnya...
    Kita bisa lihat kebun kopi nan luas dengan menikmati seduhan kopi 'premium' ala Banaran... (nikmat dan damai...)

    ReplyDelete
  2. Membantu menanak nasi???........(-_-).......

    #sadar dari pingsan(menggeleng kepala + heran + kagum + berdoa, "Semoga hidup anak ini bahagia dunia akhirat dan semoga anakku nanti seperti ini ya Allah...")

    ReplyDelete
  3. boleh tuh diajak ke Banaran...
    kayak apa Banaran ya? kalau di bayanganku sih Banaran itu kebun-kebun hijau, pepohonan rindang, sejuk, sederhana, dan mendamaikan..

    ReplyDelete
  4. Yeah... Senengnya..^^

    Iya, benar sekali bayangan Mabruri. Tempat sederhana, namun sejuk dan hijau... Tapi juga ada taman bunganya... :-)

    Mabruri Kerja Praktek di Kebumen?

    ReplyDelete
  5. iya PKL di Kebumen, Vin. kenapa?

    ReplyDelete
  6. Em, gapapa... ^^

    #(T_T). Kayaknya dugaanmu benar Lin. (T_T)

    Ga bisa ke Salatiga lagi dong. (-_-)

    ReplyDelete