Tuesday, May 8, 2012

Proposal Hidup


Bismillahirrohmanirrohim

Preambule
Saya, Abdullah Mabruri,  telah mengahabiskan umur selama 21 tahun 3 bulan dan dua puluhan hari. Sepanjang itu, kehidupan telah menempa saya menjadi seperti apa adanya sekarang ini: ada kekuatan dan kelemahan, ada positif dan negatif, ada masa lalu dan harapan.

Meski demikian, saya masih saja kesulitan untuk mengidentifikasi kepribadian saya tanpa bantuan pihak eskternal. Alasannya: untuk berkaca, saya butuh cermin, kan? Dalam hal ini, saya mencoba tes kepribadian pada suatu halaman web. Berikut adalah hasil tes yang saya jalani setelah disesuaikan dengan karakter yang menurut saya benar-benar ada dalam diri.


Kekuatan
§  Seorang analitis yang mendalam dan penuh pikiran, serius dan tekun, teratur, cenderung jenius.
§  Berbakat dan kreatif, bisa juga artistik. Menghargai keindahan, keteraturan, filosifis, dan puitis.
§  Seorang melankolik, sangat hati-hati dalam memilih teman, namun amat setia dan penuh perhatian pada teman dekatnya.
§  Tidak segan untuk mengorbankan keinginan sendiri untuk orang lain.
§  Senang dengan keindahan dan kerapihan, baju yang tersetrika rapih.
§  Sensitif alias perasa terhadap perasaan orang lain, suka berkorban dan idealis.
§  Akurasi, data, fakta dan tidak sembarangan adalah nama tengah dari kaum melankolik.
§  Dalam cuaca hati yang baik bersikap: hati-hati, penuh perhitungan, tepat, kritis dan formal.

Kelemahan
§  Seseorang yang menetapkan standar tinggi, ingin semuanya dikerjakan dengan benar dan rapih.
§  Menghidari panggung perhatian, tenggelam dalam pekerjaannya sendiri.
§  Pekerjaan dengan kondisi yang menuntut improvisasi, keserba daruratan dan chaotic bisa membuatnya stress.
§  Pengingat atau dendam terhadap hal hal yang menyakitkan
§  Pada cuaca hati kurang baik, ketika sedang stress atau bad mood, ia akan bersikap: kuno, ortodok, kaum tradisional, tidak bisa berubah, tidak menunjukkan gairah apapun, tidak percaya orang, dingin dan kepala batu dan tidak bisa berubah pendiriannya.

Lail-lain
§  Mengutamakan atau mengharapkan orang berpikir dahulu sebelum memberikan jawaban.
§  Senang bergerak di belakang layar.
§  Memiliki sifat sensitif, memperhatikan orang lain, mencari teman hidup yang ideal.


Hobi
§  All about astronomi (stargazing)
§  Membaca
§  Menulis
§  Bersepeda
§  Bertualang
§  Bermain bola
§  Jogging


Visi
Memajukan Kesejahteraan Umum dan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Sesungguhnya, manusia tidak lain diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Sebagai mahluk, seyogyanya cita-cita manusia hidup diselaraskan dengan tujuan penciptaan manusia, yaitu mendapatkan ridlo Allah. Lalu, mengapa itu tidak menjadi visi saya?

Mari saya terangkan. Ada dua alasan. Pertama, visi “mendapat ridlo Allah” ini tidak dapat diukur/dipantau hasilnya ketika manusia masih hidup di dunia ini, bahkan oleh dirinya sendiri. Kedua, visi “mendapat ridlo Allah” itu semacam bernafas. Jika ada orang bertanya, “Apa yang sedang kamu lakukan?” Hampir tidak ada orang menjawab, “Saya sedang bernafas.” Padahal, ia pasti sedang bernafas, bukan? Demikianlah analoginya.

Misi
1.      Membangun Yayasan Pendidikan yang menaungi School of Abdullah untuk tingkat TK-SD-SMP-SMA
2.      Berbagi ilmu lewat kata

Program Kerja Tahunan

2012 [21+]
Pendidikan & Karir
Lulus D3 STAN dengan IPK minimal 3,3; penempatan BKF
Traveling & Writing
Traveling ke Pulau Sumatera dan Singapura, terbit buku “Langit dan Bumi”
Sosial-Ekonomi
Membeli Sepeda Balap / Sepeda Gunung dan Sepeda Motor
Spiritual-Religi
Hafal Juz ‘Amma
2013 [22+]
Pendidikan & Karir
Memulai S1 Ekonomi UI, intensif belajar Bahasa Inggris
Traveling & Writing
Traveling ke Kalimantan dan Malaysia
Sosial-Ekonomi
Merenovasi Rumah (saya memperkirakan tahun ini Mbak Arum menikah)
Spiritual

2014 [23+]
Pendidikan & Karir
Masih S1
Traveling & Writing
Traveling ke Bali, Lombok, dan Flores; terbit buku “Barat dan Timur”
Sosial-Ekonomi
Membeli tanah dan sawah di kampung
Spiritual

2015 [24+]
Pendidikan & Karir
Lulus S1
Traveling & Writing
Traveling ke Irian Jaya; terbit buku “Siang dan Malam”
Sosial-Ekonomi
Menemukan ‘dia’
Spiritual

2016 [25+]
Pendidikan & Karir
Memulai S2 Macro Economics di Belanda (setelah menikah)
Traveling & Writing
Traveling ke Sulawesi bersama istri, terbit buku “Bulan dan Bintang”
Sosial-Ekonomi
Menikah, memberangkatkan haji orang tua
Spiritual

2017 [26+]
Pendidikan & Karir
Masih S2 Ekonomi Makro
Traveling & Writing
Berkeliling Eropa: Belanda, Jerman, Inggris, Prancis, Spanyol, Itali
Sosial-Ekonomi
Lahir anak pertama (laki-laki), mendirikan perpustakaan di kampung
Spiritual

2018 [27+]
Pendidikan & Karir
Lulus S2, Kepala Seksi
Traveling & Writing
Traveling ke Jepang
Sosial-Ekonomi
Istri dan anak tinggal di Kebumen bersama orang tua.
Spiritual

2019 [28+]
Pendidikan & Karir
Membaca buku 100 buku umum pertahun
Traveling & Writing
Menulis sebuah buku 
Sosial-Ekonomi
Membuka usaha yang dimanajeri istri (diawali dari bidang makanan)
Spiritual-Religi

2020 [29+]
Pendidikan & Karir
Keluar dari PNS Kemenkeu (akhir tahun)
Traveling & Writing

Sosial-Ekonomi
Tinggal di Kebumen bersama keluarga dan orang tua, merenovasi rumah
Spiritual-Religi

2021-2025 [31-35]
Pendidikan & Karir
S2 (lagi) di UIN Walisongo: Ilmu Falak (bersama istri); menjadi anggota Rukyatul Hilal Indonesia
Traveling & Writing

Sosial-Ekonomi
Membeli teleskop; lahir anak kedua dan ketiga (perempuan semua);
Membuka toko buku (bekerja sama dengan Gramedia);
Mendirikan Kebumen Astronomy Club
Spiritual-Religi

2026-2030 [36-40]
Pendidikan & Karir
Membaca buku 100 buku
Traveling & Writing
Menulis 2 buku per tahun
Sosial-Ekonomi
Berkurban 5 kambing tiap tahun
Spiritual-Religi

2031-2035 [41-45]
Pendidikan & Karir
CEO Yayasan Pendidikan yang menaungi School of Abdullah untuk tingkat TK-SD-SMP-SMA;
Traveling & Writing

Sosial-Ekonomi
Membangun “villa” pribadi di daerah pegunungan (utara) Kebumen untuk bermeditasi dan menulis
Spiritual-Religi
Pergi Haji dan Umroh  
2036-2040 [46-50]
Pendidikan & Karir
Membaca buku umum 120 per tahun 
Traveling & Writing

Sosial-Ekonomi

Spiritual-Religi

2041-2050 [51-60]
Pendidikan & Karir
Mengurusi School of Abdullah 
Traveling & Writing

Sosial-Ekonomi

Spiritual

Injury Time [60+]

Maklumat
Proposal ini sudah mempertimbangkan hadirnya seorang belahan jiwa (hanya seorang) dan mengakomodasi kebutuhan wanita untuk mengaktualisasikan diri cukup dari dalam istananya.

Oleh sebab beberapa hal, proposal yang dipublikasi ini tidak (atau belum) menyajikan isi secara keseluruhan (beberapa kolom dikosongkan) dari apa yang menjadi rencana hidup saya sebenarnya.

Penutup
Demikianlah Life Planning ini saya buat. Mudah saja bagi Allah untuk bertindak sesuai kehendak-Nya, yaitu memilihkan jalan takdir bagi Abdullah Mabruri sesuai dengan yang terbaik menurut-Nya. Namun, proposal ini lebih bersifat sebagai harapan dan doa dari seorang hamba yang buta akan kegaiban masa depan dan bertekad membuat rancangan hidup untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Sedangkan maksud dari publikasi proposal ini adalah agar menjadi pengingat bagi diri sendiri dan juga sebagai doa yang terabadikan dalam tulisan. Seandaninya pembaca berkenan, saya mengucapkan terima kasih kepada pembaca yang telah turut mengaminkan doa saya.

Salam,
Abdullah Mabruri bin Abdul Kholik bin Mahwi bin Arfat

8 comments:

  1. Seperti live planning yang ada pada blog Ulin, membaca hal-hal seperti ini membuat saya jadi tersenyum pahit, takut, dan minder. ^^
    Tapi tak tau juga, saya juga jadi lebih bersemangat... dengan tetap berdebar... :-)

    ReplyDelete
  2. Pasti menyenangkan ya Mabruri. Nanti lulus sudah 'pasti' kerja dan jelas kerjanya apa. :-)
    Setelah kerja, sudah dapat memperkirakan penghasilannya berapa.:-)
    Nanti bisa naik gaji dan pangkat pada tahun ke berapa. :-)
    Planningnya adalah setelah ini aku mau 'apa'. :-)

    #Jelas beda, dengan jarak planning yang saya khayalkan...

    ReplyDelete
  3. Mungkin iya langsung kerja, tapi dlam praktiknya tidak segampang itu, Vina. Kami di sini tergantung dari regulasi pemerintah yg bisa sewaktu-waktu berubah.

    Sekarang aja nasib pengangkatan PNS belum jelas, sedang ada moratorium. Terus, setelah lulus, masih ada penempatan yg tidak bisa diprediksi. Nah, dalam membuat rencana ini sangat tergantung dgn penempatan (terutama lokasi kerjanya)..

    ReplyDelete
  4. Hem, mungkin fasilitas pegawai negeri itu memang sudah setara dengan pengorbanan kalian untuk tidak dapat lebih mendalami bidang yang Mabruri ingini sedari dulu, meskipun suatu saat Mabruri masih dapat menggapainya.

    Yah, mungkin karena saya bukan seorang yang sedang belajar atau menyukai akuntansi...^^(univ lain),
    sehingga saya dapat bilang, semua sama. Ikatan dinas atau tidak, ada kesenangan dan kepahitannya juga... :-)

    ReplyDelete
  5. Menginspirasi :)

    Jiwa Astronominya masih kental y Dul?

    STAN = jembatan mencari ilmu, tidak membatasi kita untuk berkiprah di dunia lain...

    aku juga masih mencari-cari keasyikan di akuntasi, justru lebih tertarik ke Psikologi, pokoknya yang sifatnya analitis.

    Akutansinya buat memanajemen keuangan SoA, Dul......:)

    ReplyDelete
  6. masih kental atau kembali mengental? entahlah.

    SoA itu apa Vik?

    ReplyDelete
  7. Waw...
    Kalo dirimu duluan yang nyampe,jangan lupa oleh2nya minimal foto dirimu saat berpose di hamparan taman tulip..

    ReplyDelete
  8. OKe Mbakyu..
    kalau kuajak mau kan? hehe.. masa cuma fotonya..

    ReplyDelete