Monday, May 21, 2012

Sepenggal Catatan Petang

Catatan kecil nan sepele seperti ini malah mungkin perlu ditulis.

Hujan turun pada senja di awal Mei. Begitu mencekam. Mendung dan petang. Siapa bilang senja itu indah? Atau inikah senja terakhir bagiku? Aku selalu mewaspadai senja, apapun bentuknya: senja yang lembayung atau senja yang murung. Yang jelas, senja selalu berarti hari yang menua. Mengingat ini, aku teringat wanti-wanti Biyung. Segera kurapal doa-doa petang.

__Catatan beberapa petang yang lalu.

3 comments:

  1. Saya juga takut menua. Tapi ada apa dengan senja?
    Indah kok Mabruri... :-)

    Pagi, siang, senja, petang... semua Dia ciptakan dengan hikmah...

    ReplyDelete
  2. nah, itu dia, hikmat dari petang adalah (seharusnya) manusia takut dgn hari yg menua, umur yg berkurang, lalu kita teringat utk tidak menyia-siakan kesempatan ini.
    masalahnya kalau kita terlena dgn keindahan di masa2 tua.. hee..

    ReplyDelete
  3. Hem, makasih Mabruri... :-)
    Kalau bagi manusia, hari gelap tak harus melewati senja. Tapi jika diberi senja, artinya kita masih diberi kesempatan untuk membersihkan diri...
    Bertemu dengan Yang Tercinta itu harus 'cakep'... :-)

    ReplyDelete