Friday, July 20, 2012

Fenomena Perbedaan Awal Ramadhan

Lagi-lagi, terjadi perbedaan awal Ramadhan di Indonesia.Biasa, keributan selalu muncul di kalangan grassroot-aku termasuk di dalamnya. Dan inilah siul yang kulakukan; melalui blog.


Aku kesal dengan sebuah portal online yang menyajikan -mungkin lebih tepatnya membandingkan- data penetapan awal bulan Ramadhan 1433 H antara Indonesia dengan negara-negara lain. Sebagaimana kita tahu, pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan bahwa 1 Ramadhan jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012 dengan tetap menghormati mereka yang berkeyakinan melaksanakan puasa pertama pada hari Jumat 20 Juli 2012.



Sementara itu, beberapa negara Islam di wilayah Timur Tengah menetapkan 1 Ramadhan pada hari Jumat (20/7). Perbandingan yang disajikan pada portal tersebut seolah-olah ingin mengatakan bahwa pemerintah RI berbeda -bahkan salah- dalam menentukan awal Ramadhan.


Perlu diketahui -sangat perlu- bahwa pergantian hari dan tanggal dalam penanggalan Hijriyah terjadi pada saat matahari terbenam di masing-masing wilayah, bukan saat pukul 00.00 di Greenwich ataupun di Garis Penanggalan Internasional (di bujur 180).


Jadi, tahun ini Indonesia dan Arab Saudi sama-sama menetapkan awal puasa pada tanggal 1 Ramadhan, yang jika dikonversikan ke kalender Masehi adalah hari Jumat (20/7) di Arab Saudi dan hari Sabtu (21/7) di Indonesia.


Nah, seharusnya yang menjadi konsentrasi perkicauan adalah penentuan awal Ramadhan di Indonesia. Tapi tidak perlu dibahas di sini, sebab perbedaannya hanya masalah kriteria hilal menurut masing-masing kelompok. Jika hanya ada 1 kriteria hilal dan disepakati serta dipedomani oleh semua kalangan, insyaAllah perbedaan hari puasa/idulfitri/iduladha tidaklah terjadi.


Dengan demikian, yang menjadikan pembeda awal Ramadhan bukanlah kriteria, tetapi benar-benar disebabkan oleh bentuk Bumi yang bulat.


Suatu saat, di wilayah NKRI pun bisa terjadi perbedaan. Semisal terjadi, di Merauke hilal belum bisa dirukyat, tetapi di Aceh hilal bisa dirukyat. Maka, seharusnya, di Indonesia timur akan berbeda hari dalam melaksanakan ibadah puasa ataupun hari idulfitri. Ingat, batas-batas negara itu diciptakan oleh manusia. Luas wilayah pemerintahan -mengacu pada pernyataan: beribadah puasa, idulfitri, dan iduladha mengikuti pemerintah- berbeda-beda antara satu unit negara dengan negara lain. Maka, pemerintah tidak melulu berarti penguasa negara, tetapi pemimpin wilayah sesuai dengan batas-batas yang masih bisa sesuai dengan wilayah pengamatan hilal.


Sekian. Marhaban ya Ramadhan.
Segala kesalahan saya, mohon dimaafkan.

No comments:

Post a Comment