Tuesday, January 22, 2013

Jogjakarta, Suatu Ketika

Jogjakarta, selalu ada saja kata yang minta direnda berkaitan dengannya. Tapi kali ini, biarlah gambar sedikit mewakilinya. Berhubung dalam perjalanan ini saya memosisikan diri sebagai juru foto, tak ada gambar saya di dalam bingkai. Foto-foto yang saya pajang di Taman Inspirasi ini pun tidak sembarangan. Tidak lain demi menjaga Mbak saya meski dalam tingkat imaji saja. Kalaupun harus ada foto Mbak saya, sebisa mungkin tidak akan menimbulkan 'kekacauan'.

Carpe Diem


Ini hanya analogi. Bukan karena gila misteri. Tapi apa yang akan saya bicarakan sedang terlalu sensitif bagi beberapa orang (karena ini saya tulis di blog pribadi [Taman Inspirasi] dan dapat dibaca siapa saja seandainya terang-terangan tertulis maksudnya). Tapi saya katakan bahwa ini adalah soal keributan kecil tempo waktu dan sayalah yang menyulut koreknya untuk menyalakan lilin kecil di siang hari.

Ajaibnya ilmu statistika. Bahwa survei terhadap sampel yang random dapat dipercayai hasilnya sampai pada tingkat kebenaran 90 persen lebih (kira-kira begitu kalau saya menyebutkan angkanya). Jadi, ketika pada suatu komunitas kecil terjadi keributan, bisa saja keributan tersebut diangkat sebagai isu regional yang mencerminkan kondisi cakupan wilayah yang luas.

Saturday, January 12, 2013

Rabu Wekasan


Rabu wekasan adalah rabu terakhir yang dianggap sebagai hari sial, turunnya bala', atau sebagainya. Serangkaian ritual berlangsung pada hari ini: sholat rabu wekasan, mandi tolak bala', dan pencemplungan rajah ke sumur.

Setelah membaca penjelasan yang ada di portal online NU (sebagai golongan yang bertanggung jawab atas praktik-praktik kaum Muslim tradisionalis), saya memilih kecenderungan untuk tidak mempercayai hari sial itu. Di portal online itu pun disebutkan beberapa pendapat: ada yang menjalankan, ada yang tidak. Tapi saya melihat tidak ada urgensi dalam ritual-ritual yang khusus ada pada hari itu. Kalau untuk menolak bala', ikuti saja cara-cara yang jelas dan pasti: perbanyak sholat nafilah dan sedekah, misalnya.

Untuk soal rajah, pernah ada penelitian bahwa air yang ditiupkan kalimat-kalimat baik kepadanya memiliki kristal yang lebih baik daripada air biasa. Analog dengan ini, mungkin pencemplungan rajah ke sumur memiliki tujuan serupa, tetapi saya pun tidak melihat urgensinya harus dilakukan pada hari rabu wekasan.

Kembali ke Sekolah


Kembali ke sekolah: membicarakan lagi (sedikit tentang) astronomi dengan sang sinuhun muda astronomi Kebumen (siapa lagi kalau bukan Mba Sulis) dan adik-adik SMA khususnya Science Club bidang Astronomi. Mungkin iya, sedikit banyak ini tentang masa lalu.

Pada masa lalu saya pernah mengatakan, ketika ditanya soal keberlanjutan di dunia astronomi, bahwa astronomi hanyalah sekedar mampir saja. Artinya, saya tidak akan berkecimpung di dunia astronomi baik dalam rangka menuntut ilmu maupun pekerjaan. Cukup astronomi sebagai ilmu yang menyenangkan dan hiburan yang menarik hati, maka baik adanya.