Tuesday, January 22, 2013

Jogjakarta, Suatu Ketika

Jogjakarta, selalu ada saja kata yang minta direnda berkaitan dengannya. Tapi kali ini, biarlah gambar sedikit mewakilinya. Berhubung dalam perjalanan ini saya memosisikan diri sebagai juru foto, tak ada gambar saya di dalam bingkai. Foto-foto yang saya pajang di Taman Inspirasi ini pun tidak sembarangan. Tidak lain demi menjaga Mbak saya meski dalam tingkat imaji saja. Kalaupun harus ada foto Mbak saya, sebisa mungkin tidak akan menimbulkan 'kekacauan'.


Mohon dimaklumi jika Mbak saya baru pertama kali berkunjung ke Jogjakarta. Lahir di Tegal, besar di Kebumen, dan delapan tahun terakhir tinggal di Jakarta. Bahkan KTP-nya pun Jakarta. Maka, dia memang lebih banyak bepergian ke arah barat dari Kebumen.





Rumah adem yang asri, tenang, damai, dan tenteram. Mungkin akan berbeda jika rumah itu benar-benar berpenghuni dan bertetangga; akan ada kehangatan. Rumah yang memberi inspirasi. Dan akan lebih baik jika ditambah dengan sejumlah jendela.

Jogjakarta, kamu tidak akan ditertawakan hanya karena sering berhenti untuk mengambil foto. Bahkan sangat menyedihkan orang melihatmu tak berhasrat untuk foto-foto.





Prambanan Ekspres (Prameks), kereta api legendaris mahasiswa dan turis lokal Kutoarjo-Wates-Jogja-Klaten-Solo dan sekitarnya.

Bukan sedang menunggu Bang Toyib. Ini cuma pose.

Kereta dan senja: puisi jingga yang romansa. Kutojaya Utara menuju Jakarta.

Mbakyu, mohon maaf jika perjalanan ini terlalu amburadul dan terburu-buru. Saya terbiasa berjalan-jalan sendirian dengan standar kelayakan sesuka hati. Lain kali, semoga perjalanan ke Jogjakarta ataupun tempat-tempat lain akan lebih nyaman. insyaAllah.
:::

No comments:

Post a Comment