Wednesday, April 24, 2013

Bukan Berpuisi

Apalah arti puisi ketika ekspresi menyembunyikan arti. Dan diksi mengundang kernyit di dahi.

Sampaikanlah kebenaran meski ia bukanlah puisi.

Saturday, April 20, 2013

[Catatan Hati Eyang Mabrur] Habis Sirius, Terbitlah Vega

Jarak April dengan September itu jauh ya? Hampir saja sejauh Alpha Lyrae (Vega) dan Alpha Canis Mayoris (Sirius). Selisih bujur Vega dan Sirius itu sekitar 180 derajat, entahlah jarak diagonal sesungguhnya (saya tak sempat lagi menghitung dengan trigonometri bola). Keduanya memang tidak pernah bertemu. Sebaik-baik kesempatan untuk berjumpa dengan kedua mahluk cantik ini adalah ketika Sirius terbenam dan terbitlah Vega (musim kemarau di Indonesia), atau sebaliknya terbenamnya Vega disusul terbitnya Sirius (musim penghujan). Karena jaraknya tidak persis 12 jam (180 derajat), mungkin ada kesempatan langka untuk dapat memergoki keduanya di malam yang sama pada menit yang sama sesaat sebelum terbitnya matahari di bulan Juli atau sesaat setelah terbenamnya matahari di bulan Januari. Namun, hamburan cahya senja dan fajar membuat kemungkinan itu menjadi teramat kecil.

Eh, sebentar....sebentar.... Kenapa April dan September? April adalah bulan ini dan September adalah bulan pelaksanaan TKD (Tes Kemampuan Dasar), katanya. Jadi, berhubung jeda waktu April-September itu cukup lama, menunggu akan begitu membosankan. Perlu adanya semacam katalis agar waktu 5 bulan tersebut terasa menggairahkan.

Bagaimana kalau katalisator yang berfungsi juga sebagai manajemen konflik ini berupa STuMPAN? STuMPAN itu ya semacam STuMK yang saya terbitkan akhir tahun 2012 lalu, hanya beda alamat tertujunya. Hehe. Tidak....tidak....tidak... Saya hanya bercanda. Tidak ada niatan lagi untuk bergurau dengan pemerintah lewat surat terbuka-terbukaan #ups. Tidak mudah menyalakan lilin di siang hari meski hal tersebut tak terhalang oleh peraturan.

April ini akan ada hujan meteor. Ada pula peringatan Hari Kartini. Waktunya berdekatan. Tulisan ini pun terbit membersamai momen keduanya. Kalau menurut mitologi, Vega adalah seorang gadis yang berdiri di bantaran sungai Susu (Milkyway). Meski asal kata "Vega" disinyalir berasal dari bahasa Arab "al Waqi" yang berarti "elang jatuh", nama Vega di Cina menjadi Xunu (semacam gadis lah pokoknya) dan di Jepang menjadi Orihime (nama perempuan). Bukan maksud untuk mempercayai mitologi, tapi nama Vega agaknya memang nama perempuan.

Dan, teman-teman saya menyamarkan sebuah nama wanita di balik nama Sirius. Jadi klop deh: keduanya cocok untuk simbolisasi nama wanita. Habis Sirius Terbitlah Vega. Bagi yang cukup paham dengan peta langit malam, ini sungguh keren. Fakta bahwa langit April dihiasi bintang paling terang di langit malam (Sirius) yang akan terbenam menjelang pergantian hari, lalu digantikan dengan bintang yang sama menariknya, Vega. Sekedar informasi saja, Vega adalah bintang standar yang menjadi acuan kecerlangan.

Tentang Lyrids Meteor Shower ini, atau hujan meteor-hujan meteor lain, sebenarnya tidak ada keistimewaan-keindahan yang perlu digadang-gadang dengan begadang. Yah, alam ini memang sudah diciptakan demikian indahnya. Jadi, semuanya indah apa adanya. Maka, yang membuat suatu momen itu bisa menjadi berkesan adalah soal dengan siapa kamu menikmati momen hujan meteor di sekitar rasi Lira ini.

Jadi, dengan siapa kamu melihat Lyrids Shower tahun ini?

Saya? Yang jelas tidak sendirian. Bersama kamu, dan banyak orang; kita hanya berbeda tempat saja.

Ada yang mengatakan bahwa meteor adalah bintang yang digunakan Allah untuk melempari setan. Memang, fungsi bintang yang dijelaskan dalam al Quran itu hanya tiga: menghiasi langit, penunjuk jalan, dan pelempar setan. Namun, tentu tidak banyak yang bisa dihubungkan dari bintang sebagai pelempar setan dengan kemanusiaan. Jadi, saya mencukupkan diri dengan memanfaatkan bintang sebagai penunjuk jalan sekaligus hiasan di langit. Wallahu a'lam.

Tentang ibu kita Kartini, saya sendiri belum membaca buku beliua "Habis Gelap Terbitlah Terang"

Seandainya dulu tidak ada Kartini yang memperjuangkan pendidikan bagi kaumnya, apakah kalian wahai para wanita akan bersekolah? Jawabannya: tentu saja tetap bersekolah. Perjuangan hak wanita untuk bersekolah bukanlah soal keberadaan Kartini, tetapi peluang dari keadaan yang ada. Saat itu wanita ditutup haknya memperoleh pendidikan. Menyadari bahwa pendidikan adalah hak manusia, maka itu perlu diperjuangkan keberadaannya. Dan, Kartinilah yang mengambil peran itu. You get me?

Seperti "ramalan" bahwa umat ini akan dimenangkan pada akhirnya, yang menjadi fokus bagi individu bukanlah bagaimana caranya. Setelah keyakinan pada kabar ini, mereka yang memilih memperjuangkannya adalah yang turut dalam sejarah dan kebahagiaan. Umat ini akan tetap menang, apakah di dalamnya ada kamu atau tidak di baris perjuangan?

Oh ya, kembali soal Lyrids Meteor Shower. Sudah tahu kan di mana posisi hujan meteornya? Saya kira sudah banyak info di jagat maya tentang peristiwa astronomis ini. Jadi, tak perlu saya mengulang informasi yang sama. Tapi bolehlah saya sedikit merangkumnya. Tentu saja, namanya juga Lyrids Shower tentu meteor akan muncul dari rasi Lyrae. Rasi ini cukup sulit ditemukan secara lengkap karena saking kecil dan sedikitnya anggota. Mudahnya, tentu kita pakai bintang paling terang di rasi Lyrae, yaitu Alpha Lyrae atau si Vega. Patokannya, dia akan terbit di arah timur laut sekitar pukul 11 malam pada tanggal 20-an April ini. Di arah barat sedikit ke selatan, Sirius hampir terbenam.

Sebenarnya meteor ini bisa disaksikan sejak 16 April. Tapi, seingat saya, puncaknya adalah pada tanggal 23 April. Kapan waktu paling tepat untuk mengintipnya? Tentu setelah jam 11 malam. Kalau jam segitu baru terbit, kulminasi atas terjadi pukul 5 pagi. Sudah kepagian bro and sist. Lagi pula pegal juga kalau harus mendongakkan kepala. Jadi, sebaiknya kita bangun jam 2 pagi qiyamul lail, lalu stargazing deh. Posisi Vega berada pada ketinggian sekitar 45 derajat. Pas banget.

Selamat merenung!

Salam dari Taman Inspirasi
@elmabruri


Eh, BTW nama siapa yang ada di balik nama Sirius dan Vega?