Friday, May 17, 2013

Forum Jumat Pagi: 5S+2D

Tersebab DPPKAD Kebumen hanya merumputkan 3 pemainnya, perlu tambahan kuota dari sisi pemain impor. Hadirlah mereka yang sedang berstatus sebagai bujang hampir-mapan (sebagai bentuk optimis dari "pengangguran") hadir dalam futsal rutin Jumat pagi. Tersebutlah inisial nama kami (secara alfabetis): AAQ, AM, AN, APN, IA, PP, dan YR.

Saya mencoba menghadirkan obrolan tentang lini masa akun twitter Timses 2012 yang semalam tiba-tiba ramai. Ada apakah? Sayangnya bukan press release. Tapi sepertinya ada desas-desus inisiasi pergerakan untuk memperjuangkan nasib tanpa melaui jalur timses. PP kemudian mengkonfirmasi bahwa ada seorang teman yang berinisiatif beraksi damai sebagai bentuk protes terhadap keadaan ini. Menurut PP, teman tadi ingin membuat semacam petisi yang ditandatangani teman-teman seangkatan yang akan diberikan kepada pemerintah (Kemenkeu atau KemenPAN & RB?) bersama sebuket bunga.

Namanya juga rencana aksi, meski damai, ia adalah bibit suatu pergerakan. Bibit atau biji sebaiknya ditimbun di dalam tanah, disembunyikan, bukannya diangkat ke permukaan. Bisa-bisa hilang tersapu angin, kan? Masih kata PP, rencananya akan bergerak underground sih, menghubungi teman-teman yang setuju secara sembunyi-sembunyi. Tapi kok belum sampai pada saya? Normalnya, berhubung saya ini pernah berada di pihak oposisi, saya adalah orang yang tepat untuk diajak aksi semacam ini.

Eh, tapi kenapa saya malah ikut mengangkat bibit aksi ini ke permukaan dengan menuliskannya di Taman Inspirasi? Sebab saya pikir, taman ini sepi pengunjung kok. Jadi tidak akan terlalu berpengaruh. Pun, ini sudah terlalu lambat. Khawatir saya, tanda tangan belum terkumpul banyak, eh sudah ada pengumuman penempatan [aamiin]. Piye, masih mending ikutan Pergerakan 28 Desember lalu kan?

Tentu saja, menteri keuangan tak luput dari obrolan tadi. Setelah beliau mengesahkan berbagai peraturan yang membatasi ruang gerak kami, eh beliau berpindah tugas menjadi Gubernur BI akhir Mei ini. Beliau tidak mendampingi berjalannya peraturan-peraturan itu sebagai Menkeu. Sementara, sepertinya, berkas penempatan belum sampai di meja beliau. FYI, peraturan-peraturan yang menyesakkan nafas kami itu antara lain: moratorium pegawai, batasan usia 25 tahun untuk tugas belajar S1 sementara ada larangan melanjutkan pendidikan sebelum 2 tahun sejak PNS dan rata-rata umur kami saat ini adalah 22 tahun, dan rencana (desas-desus) larangan menikah bagi pegawai sesama Kementerian Keuangan.

Setelah bosan dengan tema penempatan yang sebenarnya sudah buntu sejak jauh-jauh hari, obrolan melebar ke mana-mana, bahkan bercabang-cabang: tentang mitos jaman kecil, kenangan SMA, sedikit tentang sepak bola nanti malam (final Copa del Rey), dan lain-lain. Karena kami bertujuh, cukup sulit membuat satu pembicaraan yang melibatkan ketujuh orang secara bersamaan. Kadang, ada forum kecil di antara forum bertujuh, terlebih ketika obrolan menyinggung kenangan waktu SMA (lima di antara kami adalah alumni SMAN1 dan duanya alumni SMAN2).

Ajaibnya, tema yang biasanya tak luput pada obrolan sebelumnya, hari ini tak tercium baunya. Apalagi kalau bukan wanita dan menikah. Tapi tetap: Kejar 25 Broooo...!!

Oh ya 5S+2D adalah singkatan untuk 5 single dan 2 double. Artinya, peserta majelis Jumat pagi tadi terdiri dari 5 bujang hampir-mapan yang masih single (a.k.a. Jomblo) dan 2 bujang hampir-mapan yang sudah berpasangan tapi bukan menikah (in relationship). Ini bukan dalam rangka promosi atau iklan lho ya... Tapi ketahuilah bahwa kata "hampir" di depan kata "mapan" tidak perlu eksis kalau regulasi birokrasi tidak berbelit-belit.

Salam rindu dari tukang kebun di Taman Inspirasi,
@elmabruri

Catatan 7 Bulanan

Apa yang dulu saya tanyakan adalah: KAPAN? Kalau saja dijawab: SEPTEMBER, itu lebih melegakan meski bukan yang diharapkan. Dan, karena tindakan inilah saya dihujat, dianggap melakukan tindakan makar yang merusak kekompakan dan berpotensi membahayakan teman-teman seangkatan. Kenyataanya sekarang?

Yah, pilihannya memang antara maju serentak atau diam bersama. Tapi bukan berarti mendiamkan kan? Mungkin, terpaksa diam. Atau, dipaksa diam? Hati ini mencoba memaafkan meski otak ini menolak lupa.

Awalnya memang saya berdiri pada dua posisi. Pertama, sebaiknya saya menggunakan waktu luang yang melimpah ini untuk meningkatkan kompetensi diri. Kedua, saya boleh-boleh saja mempertanyakan kejelasan proses pengangkatan dan penempatan; kritis terhadap kebijakan yang mungkin dirasa tidak memenuhi keadilan para pihak. Saya memutuskan untuk mengambil kedua peran tersebut dengan cara saya sendiri. Penundaan ini adalah bagian dari qadha Allah, tapi kita punya kesempatan untuk mengubahnya, mengusahakan agar waktu luang ini lebih singkat daripada prediksi kita berdasarkan pengalaman tahun lalu. Maka, sudut pandang masalah yang bisa diambil adalah hubungan antara kita --temen-temen alumni 2012-- dan birokrasi.

Sekarang sudah lewat tujuh bulan. Adalah perbuatan yang hampir sia-sia jika melakukan aksi protes serentak, apalagi mengulang kicauan yang sama di pagi buta. Waktunya kian dekat, meski belum bisa dipastikan. Apa yang sebaiknya dilakukan sekarang adalah benar-benar menyelamatkan diri sendiri dari kehampaan. Sekarang, penundaan itu telah nyata menjadi takdir Allah, dan tidak mungkin mengubah masa lalu. Hidup harus berlanjut.

Mulai dari sini, sudut pandang haruslah antara kita dan Tuhan. Sebab hidup memang akan dimintai pertanggungjawaban. Tentu tidak keren jika ditanya untuk apa hidup ini dan saya menjawab: 7 bulan di antaranya saya adalah pengangguran meski saya sepenuhnya sadar pada usia seproduktif ini seharusnya saya bekerja untuk diri saya sendiri dan ummat. Pertanggungjawaban ini subjektif, tergantung apa yang kita kerjakan untuk merespon takdir Allah berupa penundaan ini.

Saya pun sebenarnya bisa memprediksi penundakaan ini bakalan lama. Bagaimana tidak lama kalau waktu itu (Desember) tidak ada kepastian apa-apa. Jelas, mereka tidak bisa berjanji apa-apa dalam waktu dekat. Ya karena khawatir akan mengecewakan. Juga karena mereka tahu, tidak mungkin pengumuman penempatan bisa dalam waktu dekat sementara berkas masih di tangan mereka, para pejabat yang belum petinggi itu. Kepastian prosedural administratif, jikapun ada, biasanya memakan waktu yang tidak singkat.

Barangkali, saya terlalu peduli pada apa yang seharusnya saya tidak ambil pusing. Dalam hal ini, berusaha menyelamatkan diri sendiri sama sekali bukanlah egoisme. Lagipula, sok menolong orang dengan cara yang mereka sendiri tidak berkenan bukanlah heroisme.

Tetap semangat, masih mengirim rindu dan salam hangat untuk pengunjung Taman Inspirasi dari mana pun asalnya.

Tukang kebun,
@elmabruri

Monday, May 13, 2013

Pemadaman Massal: Bedhug dan Kenthong

Kumpulan Twit saya bakda maghrib tadi.

dulu, bedhug/kenthong sbg tanda mushola/ masjid akn adzan. biar msyarakat jauh tau. skrg gaperlu krn ada listrik dan TOA. bkn ttg
bid'ah.

nah, klo pamadaman listrik kyk skrg, ya baik klo kenthong/bedhug dtabuh.

mgkin suatu saat d masa depan, pas mati lampu, takmirnya BBM-in jamaah masjid, "eh, muadzin lg adzan tuh. yuk ke masjid."

budaya itu anak kandung peradaban. teknologi yg mendukung dakwah skrg ga sama dg teknologi peradaban walisongo..

Bharatayudha 2.0

Suatu saat, mungkin akan terjadi perang sudara di Indonesia, seperti konflik-konflik yang saat ini membara di negeri Timur Tengah. Di Indonesia, perang itu bisa terjadi antara muslim tradisionalis yg kekeuh dengan kekunoannya (untuk tidak mengatakan kebodohannya) dengan muslim modernis yg kaku (untuk tidak mengatakan radikalnya).

Mungkin aku berada di antara keduanya, atau malah menjadi bagian keduanya? Di satu sisi aku ini bodoh, di sisi lain aku ini frontal.

Ya Allah, selamatkanlah kami dari fitnah akhir zaman.

Saturday, May 11, 2013

Titip Rindu Buat Mbakku

Kepada kakak perempuanku tercinta seorang dan satu-satunya,
di Jakarta

Assalamu 'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Kedhini-kedhana. Anak yang hanya dua: perempuan dan laki-laki. Ada yang bilang, keluarga sudah lengkap jika sudah hadir 2 anak dengan kombinasi laki-laki dan perempuan. Tapi sungguh, ternyata dua anak saja tidak cukup.


Seperti yang telah kusampaikan tempo waktu, keluarga ini tidak mempunyai banyak waktu berkumpul lengkap anggota keluarganya. Padahal, hanyalah 4 orang jumlahnya. Waktu kita kecil, Bapak merantau. Sebagai perantau, meski cukup sering pulang, tetap tidak sama dengan keluarga dengan kehadiran seorang ayah di tengah-tengahnya setiap hari. Baru lima atau enam tahun keluarga ini berkumpul, mbak Arum yang kemudian "terpaksa" hijrah (sebagai mana kosakata yang dipakai mbakyu) ke Jakarta.

Wednesday, May 8, 2013

Hearts

Yang saya maksud dengan Hearts di sini bukanlah "hati-hati" (hehe) bukan pula jantung-hati dalam jumlah banyak, melainkan sebuah permainan matematika tentang peluang di dalam himpunan yang terbatas. Ini terdapat di komputer dengan sistem operasi Windows. Coba deh.

Tuesday, May 7, 2013

Kejar 25 Broo

Harap tenang, sedang ada pembacaan buku "Di Jalan Dakwah Kugapai Sakinah".

Monday, May 6, 2013

Skenario Pengibulan

Hari Senin. Pakai kemeja lengan panjang warna biru muda dan celana-kain hitam. Sepatu kantor. Berkalungkan KTM, berangkat ke perpusda tepat pukul 8 pagi. Ternyata ada jarkom: dosen tidak datang, kuliah ditunda Sabtu. Ah, okelah. Buka file "Selayang Pandang Hukum Murabahah BMT - Baitul Mal wa Tamwil". Aktifkan wifi, download "Tour de France Stage 7 Highlight". Sambil menunggu, baca file yang tadi dibuka. "Ping!" eh ada pesan masuk di grup Whatsapp "Kejar 25 Brooo" dan "Nasa Community".

Semacam kuliah mandiri tanpa ikatan dinas. Menyugesti diri bahwa saya masih pelajar/mahasiswa. Mengelabui tetagga bahwa diri ini bukanlah orang-yang-memiliki-nikmat-waktu-luang-banyak (a.k.a pengangguran).

NB: Cerita di atas hanyalah fiktif belaka.

Sunday, May 5, 2013

A

N

Saturday, May 4, 2013

The Man in the Middle

Barangkali, nasihat paling aman dalam menjalani kehidupan ini adalah berjalanlah di tengah-tengah. Tentu bukan setengah-setengah. Tidak keras, jangan lembek, tapi lembutlah. Yang namanya gesekan selalu terjadi di kulit luarnya. Dan garis singgung pasti salah satu titik tepi lingkaran, bukan di tengahnya.

Jangan berada di ekstrem kanan atau ekstrem kiri. Di antara barat dan timur. Tidak perlu menjadi nonblok, asal tidak plin-plan.

Antara "tahu sedikit tentang banyak" atau "tahu banyak tentang sedikit"? Kalau bisa sih tahu banyak tentang banyak. Kalau tidak bisa, cobalah menjadi ahli pada suatu bidang dan tetap mampu mengerjakan hal lainnya.

Eh, langit kemarau mulai menampakkan kemeriahannya. Duet Scorpio-Sagitarius mendominasi langit hampir sepanjang malam. Seseorang berdiri di keremangan malam, di bawah keramaian langit bulan Mei, masih menanti antrian dan undian penempatan. Semoga............

eh, BTW, "The Man in the Middle" saya dapatkan dari seorang teman SMA. Sepertinya, ini nama sekelompok peretas. Kebetulan dia memang suka iseng main begituan.

Friday, May 3, 2013

Sandiwara

Hidup ini hanyalah senda gurau dan sandiwara belaka. Maka, berjuanglah untuk lakon hidupmu sendiri. Jangan hanya menjadi penonton pentas hidup orang lain. Ikut tertawa dan menangisi kebodohan mereka, di lain kesempatan menjadi komentator di luar lapangan; jangan begitu.

Live the life, D!

Nasihat buat Bang D (Bang Dul :D) dari tukang kebun di Taman Inspirasi.

Thursday, May 2, 2013

Obat Galau Malam Jumat

Beginilah tukang kebun melihat kehidupan di Taman Inspirasi.

Benang sari mengemas rindu ke dalam butiran serbuk. Sebuah paket berbungkus senyum tulus siap dikirimkan, tanpa nama dan alamat tujuan.

Datang empat sekawan regu pengantar, sebuah pasukan khusus yang bodoh dalam memilih dan alpa dari berkeinginan. Merekalah mahluk tak berotak, namun kesetiaan menjadi tasbihnya. Kupu, kumbang, burung, dan angin adalah kurir cinta dari benang sari kepada putik. Jasa titipan cinta, kilat ataupun biasa.

Putik anggun dalam tafakurnya, menanti silaturrohmi tukang pos yang tak pernah bolos. Dengan menengadah doa, putik melantun syair selamat datang, sebuah kado tanpa nama dan alamat pengirim ia pangku tanpa ragu.

Sebab benang sari dan putik yakin akan pengetahuannya: kupu, kumbang, burung, dan angin adalah agen resmi yang dipilih langsung oleh Sang Mak Comblang cinta satu-satunya. Mengantar cinta adalah titah-Nya.

Maka, obat galau malam Jumat: Allohumma sholli 'ala Muhammad wa'ala ali Muhammad.

Wednesday, May 1, 2013

May Day: Antara Tidak Bersyukur dan Mengubah Nasib

Rizki memang telah ditetapkan Allah, tetapi upah mininum adalah kebijakan yang bisa ditinjau kembali keadilannya.

Tempo waktu ada teman berpendapat di akun FB-nya, bahwa upah/honor sejumlah 850K sebulan itu sudah lebih baik daripada tak ada sama sekali. Disyukuri saja, jangan mengeluh terus.

Memang tidak sedikit teman yang berkomentar galau terkait kemungkinan honor magang yang hanya segitu. Tak sedikit pula nasihat untuk mensyukurinya. Saya? Saya sebisa mungkin menghindari berkomentar di tempat-tempat seperti itu. Selalu ada saja hal tak penting untuk diperdebatkan oleh orang-orang dengan nikmat waktu luang yang melimpah. Lebih baik menulis di Taman Inspirasi meski tak banyak pengunjungnya. Di sini lebih tenang.

Dan, inilah pendapat saya. Kalau memang jumlah honor segitu disepakati sebagai kezaliman eksploitatif terhadap calon buruh birokrasi, kita bisa membicarakannya dengan para pihak yang bersangkutan. Tidak hanya menggerundel di grup tertutup.

Bersyukur pun bukan diam saja terhadap ketidakadilan yang menimpa kita. Lebih lanjut, syukur itu urusan hati mahluk dan Kholik. Mengingatkan saudara untuk selalu bersyukur adalah kebaikan. Tapi mendakwa hati yang kufur nikmat berat pertanggungjawabannya.

alhamduliLlah. Salam dari Taman Inspirsi,
@elmabruri