Saturday, August 31, 2013

Kejar Setoran Agustus

Seperti kawan dekat yang lama tak berjumpa, saya pun tak tahu kata sapaan apa yang harus saya berikan ketika kembali bersua dengan Taman Inspirasi. Oke, saya tahu ini lebay, dan mungkin lebih lebay lagi karena saya membiarkan diri ini mengakui ke-lebay-an ini, dan setelah tahu bahwa adalah lebay mengakui ke-lebay-an ini dan tetap menulisnya pastilah semakin lebay, kemudian saya adalah lebay itu sendiri. Dan, yah sudahlah.

Pada intinya adalah telah lama taman ini tidak saya tambah koleksi pot bunganya. Terakhir kali posting adalah 1 Juli yang mana merupakan hampir 2 bulan yang lalu. Jadi, saya membujuk diri untuk keluar dari gubuk perasingan di tempurung kepala sendiri untuk kembali mencangkul sepetak tanah demi menanam setangkai bunga di Taman Inspirasi.


Dua bulan jeda menulis di taman ini bukannya saya sibuk, sekalipun ada hajat akbar bernama TKD di Jogja kemarin --yang kebetulan bersamaan dengan wisuda UGM. Intinya, saya memang sengaja mengambil sisi terjauh dari tribun penonton untuk menyaksikan para lakon kehidupan menjalani cerita hidupnya sendiri. Saya berdiam di pojokan dan mengamati kehidupan, mencoba memahaminya. Tidak sepenuhnya gagal, tapi ternyata memang tidak perlu menjadi pengamat kehidupan yang berhasil untuk bisa berpentas secara sempurna. Karena memang, tidak perlu kita menjadi pengamat yang utuh dan/atau lakon yang sempurna untuk menjalani hidup ini.

Pepatah bijak telah lama mengajarkan: just do it. Barangkali memang benar bahwa selain menjadi lakon untuk cerita hidup masing-masing, kita juga menjadi penonton untuk melihat lakon hidup orang lain. Dan tentu saja, mencukupkan diri belajar dari lakon hidup yang baik kemudian mengaplikasikannya pada lakon kita sendiri adalah pilihan yang sebaiknya diambil.

Terlalu lama menjadi pengamat mungkin bisa menjadikan kita pemikir yang bijak, tapi tidak menjadi pengamal yang fasih.

Menutup postig kali ini, entah berhubungan atau tidak, ada pesan yang baik untuk saya sertakan di sini: Ikhlas menjalankan takdir.

Salam,
@elmabruri

NB:
Titip salam selamat buat teman-teman (khususnya mereka yang lulus SMA dan masuk perguruan tinggi seangkatan tahun 2009); menjadi apapun kita di kehidupan ini, semoga kita selalu berkumpul bersama orang-orang yang mencintai ilmu. Aamiin.

No comments:

Post a Comment