Saturday, October 26, 2013

Young Traveler: What is the purpose of traveling?

Mumpung masih muda, berkelanalah. Iya, berkelana bagus kalau tujuannya mencari ilmu. Seperti Imam Bukhori yang meninggalkan rumah dan ibu untuk menjelajahi negara-negara demi mengumpulkan hadist, mengikuti langkah demi langkah nabinya. Nah, sekarang, ilmu apa yang akan kudapatkan dari menjelajah selain ilmu dunia?
Menunggu Prameks @Stasiun Tugu
Sumber: dokumen pribadi



Yang dimaksud dari arti menjelajah sekarang ini tidaklah seperti merantau dan berpindah-pindah. Sekarang ini, berkelana berarti menyusuri tanah-tanah asing langkah demi langkah, dari satu tempat ke tempat lainnya. Seperti misalnya: Trinity Traveler yang saat ini sedang melakukan perjalanan keliling dunia selama 1 tahun. Perjalanan seperti ini, yang didapatkan adalah pengalaman dan pengetahuan. Mungkin kita akan menemukan pemahaman tentang hidup dari perkelanaan kita. Tapi bisakah kita belajar, misalnya, penghayatan dan penghafalan al Qur'an?

Dalam pandanganku, berkelana yang baik itu seperti perjalanan para pemuda-ksatria jaman-jaman dulu: Jaka Tarub, Jaka Umbaran, Jaka Tingkir, Jaka Sembung, dan Jaka-jaka lainnya. Mereka berkelana, tinggal beberapa lama di suatu kampung, berguru kepada tetua kampung itu, baru melanjutkan perjalanan. Seperti juga imam-imam besar generasi Salaf. Beberapa tahun mereka tinggal di Baghdad untuk menimba ilmu pada seorang guru. Kemudian berpindah ke Hijaz beberapa tahun. Di Makkah beberapa tahun. Di Mesir beberapa tahun. Mereka benar-benar meninggalkan kampung halamannya, orang tua, dan orang-orang terkasih, bukan sekedar menikmati dinamisnya ekosistem yang kita lalui.


Menulis ini, sebenarnya saya ingin tahu alasan baik apa yang bisa dijadikan niatan untuk melakukan suatu perjalanan, berkelana, berjelajah, melihat tempat-tempat asing. Just tell me.

No comments:

Post a Comment