Tuesday, December 24, 2013

Seandainya Mobil Murah Menjadi TransJakarta

Seandainya nanti ada adik kelas yang menulis di kolom pencarian di Google dengan keyword semacam "penempatan STAN DJA", mungkinkah mereka akan menemukan blog saya? Mungkin saja, tapi di urutan berapa? haha.

Seandainya 10 Daihatsu Ayla dibuat untuk membangun satu bus TransJakarta, tentu saya akan bersungguh-sungguh berdoa agar Pak Boed tidak dikejar-kejar KPK terkait bail out Bank Century ketika nanti beliau turun tahta tahun 2014.
sumber: tribunnews.com

Wednesday, December 18, 2013

The Last Quarter 2013 Literatures

I have been here since September 30, 2013. It's mostly twelve weeks, the number of time I spent as 'not jobless'. Actually, It's not really productive with mostly 3 months being 'civil servant want to be'. I see myself substantially do nothing, but formally registered as new staff of Directorate General of Budget.

By the name of wisdom, I can objectively evaluate that, even I have no any production, I mean I (we; the new one) didn't as productive as other ministry of finance's staff, It's better for me because I spent the time by reading books. It's just a few, I think. But, It's better than when I was jobless :-)

Tuesday, December 10, 2013

Ada Bahagia; Ada Samsara

"Jika temanmu gagal, kamu akan merasa sedih. Tapi jika temanmu menjadi yang terbaik, kamu akan lebih sedih." (3 Idiot)
Memilih tanpa bisa menentukan. Demikianlah hidup di lantai birokrasi. Tapi untunglah kita masih diberi kesempatan memilih, sementara ada sebagian orang yang tidak diberi hak memilih, bahkan  ada yang tidak memiliki sesuatu untuk dipilih. Ada beberapa di antara mereka yang mendapat penempatan sesuai pilihannya dan tidak sedikit teman yang ditempatkan di tempat yang bukan diinginkannya. Satu di antara sedikit orang yang beruntung itu adalah saya.

Musafir Muda v2.0

Beberapa hari ini saya mulai merasa fine kalau nanti harus tinggal -membeli/membangun rumah- yang cukup jauh dari tempat kerja di Jakarta Pusat. Biasanya sih ke arah selatan sampai Bojonggede-Bogor. Kalau ke arah barat daya, ya sekitaran Bintaro. Kebanyakan sih begitu. Ditinjau dari bebepara faktor, dari hasil membaca informasi di sana sini, tinggal di hunian horizontal di pinggiran kota masih lebih mending daripada tinggal di hunian vertikal di pusat kota -for me.

Kita tinggal menyiasati moda transportasi buat commuting-nya. Ya pilihan yang enak sebenarnya adalah kereta lokal: commuter line. Dan alhamdulillah Pemda DKI sudah mulai menambah armada kereta dan semoga semakin berbenah ke depannya di segala sektor. Lha iya, saya 'kan hendak tinggal di Jakarta bukan untuk waktu yang singkat, insyaAllah.

Tuesday, December 3, 2013

I'm Going to Go Home for Good, InsyaAllah

Kita tidak bisa memilih di mana pertama kali menghidup udara, menangis, bahkan pipis. Maka, sudah pasti, tempat lahir adalah mutlak takdir Ilahi, tanpa adanya faktor usaha kita. Sedikit berbeda dengan tempat bekerja kita sekarang ini di mana kita diberi kesempatan untuk memilih --walaupun ketentuan tetap hanya milik-Nya. Jadi, mari saya anggap tempat lahir sebagai petunjuk awal di sepetak kecil dari Bumi, Allah mengirim kita menjadi khalifah.

Saya sekarang tinggal dan bekerja di Jakarta. Awalnya pilihan, sekarang menjadi takdir kehidupan. Di masa depan? Cateris paribus --jika keadaan lain tetap-- saya masih akan tinggal dan bekerja di ibu kota setidaknya selama mengabdikan diri di lantai birokrasi Kementerian Keuangan, sampai waktu yang belum saya tentukan. Meski begitu, saya hanyalah perantau di sini dan saya berencana pulang ke kampung halaman, suatu waktu. Karena saya tak terpikirkan untuk menghabiskan usia di Kemenkeu dan/atau bekerja sebagai PNS dan/atau di Jakarta. Dan, keluar dari PNS Kemenkeu nantinya hanyalah salah satu langkah yang harus saya ambil.