Tuesday, December 10, 2013

Ada Bahagia; Ada Samsara

"Jika temanmu gagal, kamu akan merasa sedih. Tapi jika temanmu menjadi yang terbaik, kamu akan lebih sedih." (3 Idiot)
Memilih tanpa bisa menentukan. Demikianlah hidup di lantai birokrasi. Tapi untunglah kita masih diberi kesempatan memilih, sementara ada sebagian orang yang tidak diberi hak memilih, bahkan  ada yang tidak memiliki sesuatu untuk dipilih. Ada beberapa di antara mereka yang mendapat penempatan sesuai pilihannya dan tidak sedikit teman yang ditempatkan di tempat yang bukan diinginkannya. Satu di antara sedikit orang yang beruntung itu adalah saya.



Jelas akan sangat tidak tepat jika saya membesarkan jiwa teman-teman dengan nasihat klise bahwa tempat inilah yang terbaik menurut Allah bagi kita, meski memang demikian adanya, dalam posisi saya yang mendapatkan penempatan sesuai pilihan.

"Iya, kamu bisa ngomong gitu, karena kamu tidak merasakan apa yang kami rasakan." Bisa jadi saya hanya akan menerima balasan seperti ini jika melisankan nasihat yang sesungguhnya baik tadi. Nasihat baik yang tidak tepat si pengucapnya.

Saya berharap bisa mengekspresikan dengan tepat apa yang saya rasakan. Saya tidak ingin bergembira sementara ada teman yang kecewa. Tapi tidak mungkin juga saya tidak senang -bersyukur- dengan pengumuman ini. Tapi mungkin teman bisa saja menangkap hal yang lain karena memang tak selamanya bahasa tubuh bisa dipahami, apalagi saat-saat sensitivitas menajam.

Memang, penempatan ini masihlah sementara untuk beberapa bulan ke depan (ada yang berharap demikian, sementara saya jelas tidak begitu). Belum bisa dipastikan eselon II yang saat ini -hari ini- kita tempati adalah penempatan kita beberapa tahun ke depan. Masih ada persaingan dan kemungkinan perpindahan. Yang jelas, saya akan menggenggam apa yang telah ada di tangan saya, lebih kencang daripada usaha mereka untuk merebutnya.

Barangkali tindakan terbaik untuk situasi ini, bagi saya, adalah diam sambil tersenyum. Sebab, tertawa bisa diartikan menghina dan bersedih bisa dimaknai tidak bersyukur.

Maaf dan Terima Kasih,
-M-
@Direktorat Penyusunan APBN, DJA

2 comments:

  1. Memangnya kenapa mas? InsyaAllah sy jg jd penghuni DJA ni,,,

    ReplyDelete
  2. terima kasih atas kunjungannya.

    Salam kenal dan selamat bergabung dengan Ditjen Anggaran.
    Bukan apa2 sebenarnya, hanya saja kemarin pas penempatan eselon 2 bagi kami (lulusan D3 STAN) tdk dijelaskan faktor penentu penempatannya. Kami diberi kesempatan memilih, tapi memang tidak mungkin semua permintaan dikabulkan. jadi wajar ada yg kecewa.
    Tp mungkin ini beda dgn penempatan pelamar umum nantinya yg udah jelas jalurnya sesuai pendidikan.

    ReplyDelete