Tuesday, May 20, 2014

Petikan

Tulisan ini ditulis hanya sekali, tapi berbunyi setiap kali ada pembaca yang tersesat di taman ini dan menemukan susunan kata aneh yang ternyata biasa-biasa saja. Maka, ketika kamu membaca tulisan ini, semoga setiap pembaca --lainnya-- mendapat manfaat yang berlipat setiap kamu mengucapkan kembali kata-kata yang hanya tertulis sekali ini --di sini:

"Semoga Allah mengumpulkan kita bersama hamba-hamba yang Ia sayangi dan menyayangi orang-orang yang berkumpul bersama kita."


Tiba-tiba, banyak orang tertular untuk mengutarakan isi pikirannya tentang dua calon presiden yang akan bertarung di pilihan presiden 9 Juli 2014 kelak. Begitu pun dengan saya. Tersebab pemilik blog ini tengah mengheningkan cipta dari aktivitas per-facebook-an, kata-kata tertahan untuk lahir di sosial media yang riuh itu. Sejujurnya ini sengaja untuk membatasi diri agar tidak banyak nyemlong (semacam berkicau). Barangkali hawa narcism menular bagai virus influenza. Maka, setiap orang merasa ingin didengarkan dan dibenarkan. Tapi, mungkin, sebenarnya setiap orang hanya perlu mengeluarkan hasil olah pikirnya --meski itu sampah saja-- daripada limbah itu mencemari otaknya sendiri.

Dan saya menyalurkan limbah itu di blog ini. Meski kamu bukan pemulung, semoga kamu menemukan sesuatu yang bisa kamu tukarkan dengan segelas susu sapi segar dari tumpukan sampah itu.

Ada tiga klausal: (1) Saya berusaha betul untuk tidak menjadi golput di pilihan presiden. (2) Saya tidak akan memilih Jokowi meski dipasangkan dengan Jusuf Kalla. (3) Hanya ada dua pilihan capres.

Kesimpulannya? Sudah tahu lah....

Dan teman, mari kita berdoa saja. Semoga Jokowi menjadi lebih memahami agama-Nya lantaran dia menjadi capres. Semoga ini menjadi kesempatan bagi Prabowo untuk menimbuni dosa-dosanya ketika menjadi pimpinan militer dengan kebaikan-kebaikan yang ia nyatakan nantinya ketika menjadi presiden.

Jadi, melalui tulisan ini saya mengingatkan saya di masa depan --ketika suatu saat membaca tulisan ini lagi: tidak usahlah membuat sanjungan berlebihan untuk tokoh yang kamu pilih dan percuma saja membuat opini negatif terhadap tokoh yang tidak kita ikuti.

Dan semoga kita semakin memahami ini: "Barangkali kamu membenci padahal ia amat baik bagimu, dan barangkali kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui"

Even though:
If you want to go fast, walk behind Jokowi. If you want to go far, walk beside Prabowo :-)

See yaaaa!!!
-ΛM-

No comments:

Post a Comment