Tuesday, September 30, 2014

Satu Tahun

September hendak berakhir beberapa jam lagi. Sudahkah kau bangun? Itu lho, yang katanya "wake me up when September ends".
CFD Minggu, Monas (dok. pribadi)


Monday, September 15, 2014

Mahalnya Bersepeda

Namanya paradoks pilihan, ketika semakin banyak kesempatan memilih, semakin bingunglah kita. Maka, nikmat Tuhan yang manakah yang kaudustakan, ketika Tuhanmu memberi batasan yang justru memudahkanmu dalam memilih?
Service di Rodalink (dok. pribadi)

Monday, September 8, 2014

Solotrip Bukit Pelangi-Bukit Az Zikra

Mengapa solotrip?
Namanya juga mengasingkan diri. Mungkin ada beberapa orang yang mau diajak duet atau lebih untuk melakoni persepedaan dari Jakarta ke Bogor tanpa bantuan mobil pengangkut, tapi aku -sedang- lebih suka petualangan sendiri. Sabtu-Minggu di Puncak banyak sekali ditemui pesepeda dari berbagai daerah di luar Bogor. Nah, ketika aku dua minggu diklat di Gadog-Jalan Raya Puncak inilah timbul keinginan demikian menggebu untuk ikut jua merasakan sensasi bersepeda di kawasan sejuk tapi macet tiap akhir pekan ini. Tentu sulit menemukan orang yang berkeinginan sama sepertiku.
Mendaki Bukit Pelangi (dok. pribadi)

Friday, September 5, 2014

Polygon Heist 1.0 atau Helios F100?

First of all, let me apologize to God for my decision on spending fund inefficiently. And, happy Friday mubarak.
Helios F100 Blue dan Heist 1.0 White (dok. pribadi)
Saya punya argumen untuk itu. Bahwa, saat ini ada sedikit idle cash yang baru akan saya gunakan 3 atau 4 bulan kemudian. Berangkat dari situlah saya membekukan dana menjadi aset berupa sepeda Polygon Helios F100 padahal sudah ada Polygon Heist 1.0 yang lebih dari mumpuni untuk mengantar saya mengantor tiap hari. Ini seperti memadu istri pertama yang setia dengan istri muda yang molek #ups (mudah-mudahan tidak terjadi sungguhan). Kondisi need of liquidity dan aset mangkrak yang dihadapi pemilik semula meniup kencang keinginan untuk memiliki sepeda kelas agak wah tersebut. Niatnya sih barang ini sebagai reserve asset. Juga, semoga ada nilai pertolongan pada transaksi ini.

Thursday, September 4, 2014

Berhening di Jakarta

Kehadiranku di suatu tempat hampir-hampir tidak mempengaruhi apapun. Tidak merusak; tidak memperbaiki. Seperti gas kentut di angin badai, seperti cahaya lilin di siang hari, seperti gerimis ringan di malam pekat, seperti Bumi di hadapan Galaksi Bimasakti: nyaris tak berpengaruh.

Mejeng di Suaka Margasatwa Muara Angke [SMMA] (dokumen pribadi)