Friday, September 5, 2014

Polygon Heist 1.0 atau Helios F100?

First of all, let me apologize to God for my decision on spending fund inefficiently. And, happy Friday mubarak.
Helios F100 Blue dan Heist 1.0 White (dok. pribadi)
Saya punya argumen untuk itu. Bahwa, saat ini ada sedikit idle cash yang baru akan saya gunakan 3 atau 4 bulan kemudian. Berangkat dari situlah saya membekukan dana menjadi aset berupa sepeda Polygon Helios F100 padahal sudah ada Polygon Heist 1.0 yang lebih dari mumpuni untuk mengantar saya mengantor tiap hari. Ini seperti memadu istri pertama yang setia dengan istri muda yang molek #ups (mudah-mudahan tidak terjadi sungguhan). Kondisi need of liquidity dan aset mangkrak yang dihadapi pemilik semula meniup kencang keinginan untuk memiliki sepeda kelas agak wah tersebut. Niatnya sih barang ini sebagai reserve asset. Juga, semoga ada nilai pertolongan pada transaksi ini.

Mempunyai dua sepeda yang berdampingan kelasnya, sama-sama spesialis jalan raya, adalah bentuk inefisiensi kepemilikan alat. Benar bahwa selera menjadi pematah dari asumsi-asumsi ekonomi yang berlaku dalam berbagai pengambilan keputusan.

Heist 1.0 White

Maaf jika saya harus mempersonifikasi benda mati ini sebagai wanita dewasa nan keibuan. Dia lebih dari cukup untuk sekedar menjadi 'istri' satu-satunya dan 'ibu' yang melindungi anak-anaknya. Sepeda ini cukup mampu memenuhi semua kebutuhan: di jalan raya, memang kekhususannya; di jalanan kampung berkerikil kecil masih OK; di tanjakan, mampu; apalagi menurun; nyaman untuk jarak jauh; juga blusukan.

Tersebab Polygon hanya merangkai seri 1.0 dari Heist hanya satu ukuran frame (all size), tidak ada pilihan untuk mendapatkan ukuran yang sesuai. Perlu diketahui, ukuran yang ada diperuntukkan bagi postur tubuh rata-rata orang luar Indonesia #CMIIW (aneh ya, demi memburu target ekspor kali ya). Meski begitu, Si Heist ini keseimbangannya mantap, handling-nya stabil, selayaknya ibu negara.

[Info ekstrinsik yang agak penting: Heist 1.0 versi 2013 ini masih dipertahankan oleh Polygon sebagai model yang tetap diproduksi sampai tahun 2014. Belum ada facelift.]

Helios F100 Blue

Kalau yang ini, kembali mohon dimaafkan, bisa ibaratkan sebagai istri muda yang lebih molek dan tentu saja mahar yang lebih menguras kocek. Tetapi tidak bisa memenuhi semua permintaan. Sepeda ini khusus melaju di jalan aspal, baik menanjak, menurun, maupun datar. Berpacu dengan waktu adalah hobinya. Keseimbangan tidak sebaik Heist, tetapi handling sangat mendukung untuk manuver-manuver lincah. Si Nyonya Muda Helios tidak bisa diajak blusukan, apalagi menyambangi rerumputan, cenderung ekslusif, seolah-olah angkuh persis kelakukan istri muda.

Begitu menunggangi si Ramping Helios, rasanya klop banget. Ukurannya pas. Bahkan cenderung terasa mungil lantaran bobot yang lebih ringan dengan stang lebih pendek. Dia selalu membujuk sang Joki untuk bersicepat. Untuk jarak jauh, ergonomi Helios tidak senyaman si Heist. Tapi Helios lebih ringan karena permukaan ban yang minim gesekan, meski membuat punggung cepat lelah karena membungkuk.

[Info ekstrinsik yang cukup penting: Polygon sudah tidak lagi mengeluarkan Helios F100, digantikan dengan versi facelift dengan nama Helios F1.0. Ada perubahan nama mengikuti nomenklatur standar semacam Heist 1.0]

Di antara Dua Pilihan

Jika harus memilih, saya berharap tidak pernah berjumpa dengan Si Heist #tsaaah. Bukan berarti menyesali 'istri' pertama. Tidak; sama sekali bukan begitu. Jangan pula disamakan dengan pandangan dan sikap saya soal istri betulan. Lha, kan ini hanya tunggangan. Tentu lain kalau memilih pasangan hidup #eh. Juga, menaiki dua sepeda hanya akan membuat menunggangnya terjatuh. Memiliki keduanya pun harus bergantian mengayuhnya. Namun, bila benar-benar harus/ingin memiliki 2 sepeda, tentunya yang berlainan tipe; sepeda lipat misalnya.

Tapi, keluar dari bibit-bobot-bebetnya, Heist 1.0 adalah 'cinta pertama'. Dulu diri ini terlalu rasional dalam berharap, bahwa Heist 1.0 sudah cukup, tanpa pernah bermimpi meminang sepeda kelas balap --meski bukan dropbar-- yang sesungguhnya diidam-idamkan sejak lama. Nah, Heist 1.0 lebih mudah tercapai daripada Helios F100, sementara kebutuhan akan sarana transportasi yang ramah lingkungan mutlak perlu #cieee pesan moral. Maka, Heist ini sebagai batu loncatan. Selanjutnya, ketika kapasitas fiskal telah mencukupi dan perekonomian cenderung stabil, Helios menjadi pilihan.

Kalau begitu, mana yang akan saya tunggangi untuk jalan-jalan ke Puncak besok pagi--[insyaAllah]?

Tunggu laporan di post berikutnya.

Salam,
-ΛM-

No comments:

Post a Comment