Wednesday, December 31, 2014

Tutup Sekian

Setelah 15 bulan bekerja, apa yang telah kamu dapatkan dari berikan kepada negara dan bangsa? Ah, tidak usah muluk-muluk. Saya cuma staf pemula yang berangkat dan pulang kantor dengan kerata angin alias sepeda kayuh.

Penghasilan yang meski ........alhamdulillah pokoknya. Bisa tetap sholat berjamaah awal waktu di masjid yang kondusif. Memungkinkan sering mudik menjenguk orang tua. Sibuk di musim tertentu saja--bisa meluangkan waktu untuk mempelajari banyak hal selain kerjaan. Kekeluargaan yang erat.


Mungkin ada banyak kesempatan bekerja dengan penghasilan yang seperti mengawang-awang saking tingginya, tapi jauh dari komunitas muslim, atau memang jauh dari kehidupan --di tengah laut, di angkasa, atau di udara (?)--, tapi semua itu tentu tidak (atau belum) mungkin bagi terselenggaranya peribadatan yang optimal. Paling tidak, jika kamu bekerja di tengah laut, tempat sholatmu bukan masjid. Bukan masjid sebagaimana seharusnya masjid itu: dimakmurkan oleh jamaahnya dengan berbagai aktivitas. Mungkin kamu beribadah di tempat yang sama untuk kamu beristirahat, mungkin juga tempat darurat. Itu tidak masalah, bahkan baik bagi kemajuan peradaban Muslim di dunia modern, tapi itu untuk orang lain saja dulu. Kesadaran ini membuat saya memahami keberuntungan ini: saya bekerja di lingkungan yang baik.

Rata-rata, saya menghabiskan 4 dari 5 waktu sholat di sekitaran kantor; sholat dzuhur sampai 'isya di masjid kompleks kantor. Dan, masjid di kompleks kantor saya rasakan lebih baik daripada masjid di kos tempat tinggal. Ketika adzan berkumandang, bahkan sebelumnya, para saudara seiman berduyun-duyun menyegerakan langkah menuju masjid. Pada jam-jam sholat, kami harus mengantri lift karena penuh.

Mungkin ini salah satu kebaikan yang kentara dari kehidupan-kerja saya. Lainnya, cukup. Penghasilan, bisa ditelusuri di google. Kesempatan berkarir, bersaing. Kesempatan melanjutkan studi, bersaing juga --tidak ada keistimewaan. Bidang kerja, keuangan negara--nothing special (?).

Dan hari terakhir di tahun anggaran 2014 ditutup dengan lembur sampai tahun yang akan datang. Tahun depan, besok pagi, insyaAllah menyampaikan surat kepada Presiden --melalui Setneg tentu saja-- tentang Laporan Realisasi APBNP 2014.

Tutup sekian.

Salam,

-ΛM-

No comments:

Post a Comment