Wednesday, November 25, 2015

Testride Sepeda Lipat: Dahon Broadwalk D8

Perlu diketahui bahwa Dahon Broadwalk D8 ini tidak lagi berspesifikasi bawaan toko; groupset-nya telah di-upgrade menjadi Shimano Tiagra. Namanya sepeda lipat, kita mencobanya harus ada unsur dilipat dan dibawa dengan moda transportasi perjalanan jauh. Dan ternyata....? Begini ceritanya.
Naik Krakatau Pasar Senen-Merak (dok. pribadi)

Friday, October 23, 2015

Gunung atau Pantai?

Kau suka yang mana: gunung atau pantai?
Gunung Rinjani Dilihat dari Gili Trawangan Saat Vernal Equinox 2015 (dok. pribadi)
Tentu saja saya tidak setuju bahwa setiap anak muda harus pernah mendaki gunung. Hari-hari ini ada klaim sepihak dari sebagian halayak yang mengaku suka naik gunung, di antaranya adalah anggota pecinta alam -meski belum tentu peduli lingkungan-, yang mengeluarkan 'fatwa' bahwa anak muda harus pernah naik gunung. Sebagai anak --semoga masih tergolong-- muda yang belum pernah menjejakkan kaki di daratan setinggi 2.500 mdpl, tak terimalah hati ini akan 'fatwa' tersebut.

Ah, sayang sekali KBBI online mendefinisikan gunung dengan demikian lemah:
gunung/gu·nung/ n bukit yg sangat besar dan tinggi (biasanya tingginya lebih dr 600 m)

25 Purnama

Apakah ini sebuah prestasi, bisa 'bertahan' hidup di Jakarta sudah selama 2 tahun? Pilihan kata 'bertahan' kok sepertinya bernuansa sendu. Tapi kata 'berjuang' yang lebih heroik malah tidak begitu melambangkan.

Bertahan?
Apa-apaan ini? (dokumen pribadi)

Thursday, August 27, 2015

Tentang Novel Surga yang Tak Dirindukan

... dari sudut mata lelaki yang bahkan belum menjemput satu jodohnya.

Mau dimulai dari mana pengakuan-pengakuan ini?

Asma Nadia, melalui Arini, mengungkapkan kekhawatirannya sebagai istri akan kemungkinan keretakan rumah tangga karena kehadiran pihak ketiga, keempat, dan kelima yang tak diharapkan. Sama juga, melalui Pras suami Arini, penulis berharap laki-laki setuju dengan tokoh utama bahwa istri cukuplah satu.
Add caption


Friday, July 31, 2015

Juillet

4 Juillet
Tour de France 2015 dimulai dari Belanda, esoknya melewati Belgia, kemudian lusa di Prancis sampai finish. Ini adalah adalah event balap sepeda tipe grand tour termasuk yang terakbar sejagat. Saya menjagokan Alberto Contador sebagai pemenang general classification (pemegang yellow jersey) dan Peter Sagan sebagai pemegang green jersey atau mailot vert (best sprinter)

7 Juillet
Malam ini, Vega akan pentas sepanjang malam. Ini saatnya dia berada di bujur langit yang berlawanan dengan Matahari. Ketika bola gas yang menerangi bumi itu tenggelam di barat, Vega muncul di timur dari balik rumput-rumput liar: menyembul perlahan dengan keanggunan seorang putri kahyangan.

Apa kabarmu malam ini, Ve? Hey, malam ini adalah malam ke-21 Ramadhan 1436H.

Wednesday, July 1, 2015

Reviu Novel Ayah - Andrea Hirata

Judul : Ayah
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit    : Bentang Pustaka
Cetakan      : Pertama, Mei 2015
Tebal : 432 halaman
Harga : Rp74.000
Mau Pinjem?
Bukan karena nama besarnya, tapi kepiawaiannya menata diksi yang tak terdugalah, meski hiperbolis dan tak logis, nama Andrea Hirata menjadi besar. Terbukti dengan pencetakan nama penulis dengan font lebih besar dari judul novelnya. Mau tidak mau, sebelum membaca isinya, kita boleh menduga kalau penilaian pembaca setelah menyelesaikan novel ini nanti, tidak akan seistimewa nama besarnya.


Tuesday, June 16, 2015

NulisRandomJuni: Dilema

Masih dilema, apakah menulis itu sama dengan bicara dalam kaitan dengan "berbicaralah yang baik, atau diamlah"? Sedikit banyak, itulah alibi mengapa saya tidak memaksa diri untuk #nulisrandomJuni setiap hari.

Tapi saya pikir, menulis lebih aman daripada berbicara.

Gran Fondo 130

Setiap bulannya, Strava -aplikasi Running and Cycling GPS Tracker- selalu menawarkan tantangan bagi anggotanya untuk mengikuti gran fondo. Bulan Mei, Strava mengadakan challenge kateogri gran fondo sejauh 100 km (namanya Gran Fondo 100). Bulan Juni ini, challenge kategori gran fondo sejauh 115 km dalam sekali persepedaan (sekali rekam aktivitas di aplikasi). Ohya, challenge yang ditawarkan Strava tidak hanya gran fondo, ada juga Everesting, yaitu climbing (dengan sepeda tentu saja) dengan elevation gain mencapai setinggi puncak Everest (di atas 8000 meter). Tapi, yang mungkin bisa saya ikuti adalah gran fondo, karena bisa di jalanan datar saja.
Rute dan Ketinggian

Monday, June 8, 2015

PJKA

PJKA: Pulang Jumat Kembali Ahad

Mangan ra mangan sing penting kumpul.

Ini pepatah Jawa. Tapi banyak sekali orang Jawa pergi merantau, tidak berkumpul dengan keluarganya, dalam rangka mencari makan untuk keluarganya.

Terima kasih buat Bapak yang memilih pulang ke kampung ketika krisis moneter '98, saat kami masih SD, dan memutuskan untuk tidak merantau lagi ke Jakarta. Pergi ke Jakarta bukan lagi untuk mengais rizki, tapi untuk mengunjungi wisuda anaknya atau bersilaturahmi dengan saudara. Tidak perlu mencari hidup di Jakarta, karena air Jakarta tak begitu jernih.

Tidak sedikit orang memilih berpisah dengan keluarga dalam rangka membangun rumah tangga. Berspisah dengan keluarga untuk membangun keluarga. Mungkin ironi, tapi begitulah adanya. Bahkan, saya belum bisa mengecualikan diri. Saya (dan kakak) berpisah-sementara dengan orang tua demi menuntut ilmu, lalu menjemput rizki. eh kapan menjemputmu?

Friday, June 5, 2015

Sudut Pandang

Tahukah kamu bahwa purnama sebenarnya mempunyai setengah sisi gelap yang tak terlihat? Bulan sungguh tak bermaksud menyimpan wajah gelapnya, tapi dia memang sedang menghadapkan keceriaan daripada kemurungannya. Sesungguhnya, Bulan mempunyai setengah sisi terang dan setengah sisi gelap. Tinggal darimana kita melihatnya, atau bagaimana dia memperlihatkan diri.

Iya, kamu pasti sudah tahu.

Thursday, June 4, 2015

Urban

Merantau: mengejar masa depan, atau meninggalkan masa lalu?
Ke Jakarta: menjemput impian atau menghapus kenangan?
Banyak orang bermaksud mengubah nasibnya dengan bertandang ke Jakarta. Ada yang berambisi menaklukannya, ada yang sekedar menumpang hidup, ada pula yang sengaja membuang diri ke dalam keramaian. Dengan sendirinya Jakarta berubah wajah menjadi sesuatu yang lain.

Wednesday, June 3, 2015

Middle Income Trap

Tergantung @Danau Sunter Utara (dok. pribadi)
Minggu pertama Juni. Doa saya hari ini: Semoga rizkimu sederas aliran sungai yang jernih (atau sederas hujan di bulan Juni?). Ambillah sebutuhmu. Minumlah secukupmu. Sirami bunga-bunga di sekitar rumah dengan airnya. Bersihkan diri juga dengannya.

Sejak membuka daftar isi buku "Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan: Kebijakan dan Tantangan Masa Depan", saya tertarik dengan bahasan middle income trap. Saya pengen bilang nulis "Ini guwe banget". Meski dalam buku tersebut diuraikan middle income trap dalam skala makro (nation), saya lebih seneng nulisnya di blog ini untuk skala mikro (individu): guweh dan eloe-eloe yang merasa senasib.

Tuesday, June 2, 2015

Satu Tahun Bike to Work

"Dengan bersepeda selama 25 menit setiap harinya, kamu mampu menyimpan sekitar 165 kg karbon dioksida selama satu tahun!!"

Saya lupa tidak mengikutsertakan sumber kalimat di atas ketika mengutip. Namun, kalimat tersebut sama sekali bukan buatan saya. Jika premis di atas benar, saya telah menyimpan lebih dari 165 kg CO2 setahun ini. Sebab, dalam sehari saja, setidaknya saya menempuh 30 menit perjalanan berangkat ke dan pulang dari kantor.
Mejeng di Depan Aula Kemenkeu (dok. pribadi)

Monday, June 1, 2015

Arah

Sama-sama memandang langit malam;
tapi kau melihat gelap, sedang aku membaca bintang.
Tunjuk Satu Bulan (dokumen pribadi)

Tuesday, May 26, 2015

Merantau

“Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.” (QS. an-Nisaa: 100)

Sampai saat ini, saya masih meyakini bahwa kelahiran kita di suatu tempat di Bumi ini adalah clue dari Sang Pencipta di mana Dia menugaskan kita menjadi khalifah. Mungkin memang tidak merata sebaran penduduk berdasarkan kelahiran, maka perlu yang namanya migrasi. Bisa juga disebut merantau.

Yeah, definisi merantau kini direbut oleh orang-orang yang pergi keluar dari kampung halamannya untuk memperbaiki nasib dirinya. Padahal, seharusnya orang yang meninggalkan kampung halamannya untuk memajukan suatu kaum juga disebut perantau.

Friday, April 17, 2015

Pantai Menganti Kebumen Kini

Sebagai wong Bumen, saya rela dibilang kurang mengenali kampung halaman, termasuk di dalamnya jarang menjamah daerah-daerah 'tepian' dari Kebumen. Diinisiasi oleh mbak saya yang belum pernah sama sekali ke sini, menujulah kakak beradik ini ke barat daya dari Kebumen Kota, kira-kira menempuh perjalanan 35 km, untuk mendapati pantai yang kesohor dengan nama Menganti.
Lansekap Pantai Menganti (dokumen pribadi)
Di Mana Menganti?

Tuesday, April 14, 2015

Pulau Seribu Masjid

Kalau bukan karena 'tugas negara', tidak perlulah sebenarnya mengusahakan berkunjung ke Pulau -yang katanya- Seribu Masjid itu. Sebab, kita hanya dianjurkan untuk melakukan perjalanan ke tiga masjid saja (tidak perlu seribu), yaitu: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al Aqsha.
"Janganlah mengadakan ziarah kecuali ke tiga masjid, yakni Masjidil Haram, masjid saya ini, dan Masjidil Aqsha.”--HR. Bukhari dan Muslim.
Hari yang Cerah (foto diambil oleh: elmabruri)

Sunday, March 1, 2015

Pantai Suwuk

Panorama Pantai Suwuk
Sebagai kota kecil di pinggiran selatan sebuah pulau dari suatu negara bernama Indonesia yang merupakan wilayah terluar dari daratan luas bernama Asia, Kebumen dilihat dari ketinggian awan berada pada posisi tidak menyenangkan, sebenarnya. Paling tidak, ia tak mempunyai 'tetangga' di belakang rumahnya. Tentu tak lengkap jika salah satu dari empat sudut mata angin tak dihangati oleh kehadiran  teman yang setara saudara.

Friday, February 13, 2015

Blogwalking

Tidak ada kopi di meja kerja hari ini, tidak juga esok pagi (kan libur). Kalau tumpukan dokumen, pasti ada. Beberapa hanyalah kenangan (baca: arsip) yang perlu didigitalkan. Bukan sesuatu yang urgent.

Jumat ini terlewatlah agenda futsal mingguan. Ada kerjaan pagi-pagi, padahal semalem juga nginep di kantor. Menyiapkan bahan untuk rapat paripurna DPR. Hari ini RUU APBNP 2015 dibahas oleh seluruh wakil rakyat setelah satu bulan masa pembahasan antara pemerintah dengan Badan Anggaran dan komisi terkait. Sampai subuh tadi, rapat kerja DPR dengan tujuh menteri menjadi penghujung pembahasan yang alot --dan bertele-tele-- untuk anggaran Sang Presiden tahun ini. Padahal, tahun anggaran baru berjalan 2 bulan.

Thursday, February 5, 2015

Priayi

Inilah definisi kata priayi menurut KBBI (versi online)
priayi /pri·a·yi/ Jw n orang yg termasuk lapisan masyarakat yg kedudukannya dianggap terhormat, msl golongan pegawai negeri;
Cium Bendera saat Diklat Prajabatan (courtesy by PPSDM BPPK Kemenkeu)
Menyedihkan ya? Pemisalannya itu lho.... Meski sebuah makna kata dapat bergeser, nyatanya KBBI masih mengangkat 'pegawai negeri' sebagai suatu kehormatan di dalam kelompok 'priayi'. Sepertinya, rata-rata pendapat memang masihlah demikian: pegawai negeri berkedudukan terhormat.

Kok bisa begitu ya?

Friday, January 30, 2015

Januari

Ini adalah random post. Mengumpulkan tanpa mencoba menyimpulkan apa saja yang terjadi di bulan Januari (sebenernya sih karena tidak tahu judul dan isi yang tepat untuk post kali ini. Yang jelas ini hari kerja terakhir bulan ini dan cuma ada 2 posts dalam sebulan?)
Desktop (dok. pribadi)

Wednesday, January 28, 2015

Yang Terlewatkan

(Semacam) Dermaga di Danau UI [dok. pribadi]
11 Januari 2015

Bersepeda dari Cempaka Putih Utara ke kantor buat ganti sepeda dari Helios ke Heist, lalu langsung nge-roll ke UI Depok buat kumpul Polygon Heist Users.

Sunday, January 4, 2015

Periode

Istiqlal yang Istiqamah Memilih Sunyi dalam Keramaian (dokumen pribadi)
Tak bisa dipungkiri, pada saat Jakarta menandai pemasangan kalender barunya, saya berada di tepi keramaian, tapi dapat menjangkaunya dengan sekali pandang. Meski Jakarta memang pusat keramaian, titik kumpul keramaian ada di Monas dan jalan-jalan protokol di antara Monas dan Bundarahan HI. Di sekitar itu hanyalah riak-riak. Saya masih di kantor ketika itu, baru menemani bos menyelesaikan dokumen penting akhir tahun: laporan realisasi APBNP 2014.

Bagaimanapun, Masjid Istiqlal harus ada di Jakarta. Ia harus ada di ibukota, atau ibukota harus punya tempat-tempat semacam Istiqlal. Sebagai penyelaras. Sebagai pewarna. Atau bahkan sebagai pemurni? 

Paham, atau mikir?