Friday, January 30, 2015

Januari

Ini adalah random post. Mengumpulkan tanpa mencoba menyimpulkan apa saja yang terjadi di bulan Januari (sebenernya sih karena tidak tahu judul dan isi yang tepat untuk post kali ini. Yang jelas ini hari kerja terakhir bulan ini dan cuma ada 2 posts dalam sebulan?)
Desktop (dok. pribadi)



Januari: Hujan Sehari-sehari

Sebagai bike to worker, air yang turun dari langit bukanlah masalah. Genanganlah yang lebih berbahaya. Kalau hujan sedikit, cukup pakai jaket dan ngacirlah. Mandi di kantor. Terhitung tak banyak juga hujan-hujanan berangkat-pulang kantor. Pernah juga tetap nggowes saat hujan ringan padahal hari libur.

Kabar Langit

Januari adalah ketika Altair mostly berada di sekitar matahari di kubah langit. Vega pun ada bersama mereka. Tentu saja bintang paling terang masing di rasi Elang dan rasi Lira itu sedang tidak dapat dilihat. Keduanya akan bisa dilihat secara mesra setengah tahun kemudian. (ini bukan #kode kan?)

Middle-Income Trap

Berkat sebuah buku hadiah teman-teman Geng Lebah --terima kasih banyak ya--, saya teringat keberadaan sekarang saya di dunia Keuangan (Negara). Ada sangkut pautnya pada Ekonomi. Buku itu seolah-olah melempar sindiran ini: untuk apa kamu bekerja.

Mohon maaf. Kiranya kalimat ini perlu saya percakapkan di awal, sebelum menjawab pertanyaan "untuk apa kamu bekerja". Sebab, jawaban untuk pertanyaan itu bukanlah jajaran kata. Jawaban itu haruslah karya nyata yang, mohon maaf banget, belum bisa direalisasikan.

Atau memang tak perlu berangkat dari stasiun besar. Menumpanglah dari kereta kecil dari stasiun terpencil. Untuk orang-orang terdekat terlebih dahulu. Bahkan, kuatkanlah disiplin untuk diri sendiri dulu untuk memastikan bahwa keuangan pribadi mengalir lancar dan bersih. Air mengalir itu tak perlu banyak, yang penting konsisten dan bersih serta membersihkan. InsyaAllah bermanfaat bagi orang lain, dan berkah.

Justru sebagai aparatur sipil negeri, mengaku mengabdi pada negeri tidaklah tepat. Sebab dari keringatmu dilap dengan kertas-kertas berangka melalui mekanisme APBN. Jika kamu bekerja sesuai prosedur, bahkan lebih baik sediiikiiit dari standar, itu hanya berarti impas: bahwa negara telah membayarmu sebelum kamu memulai berangkat ke kantor.

Saya ingatkan pada diri ini di masa depan, ketika kau membaca ini nanti, tetaplah berlayar meski gelombang pasang dan badai mengamuk, serta mencobalah untuk menyamankan diri di segala situasi. Terjebak di area penghasilan rata-rata tidaklah begitu menguntungkan (apalagi di Jakarta). Keadaan sebenarnya mungkin hanyalah break even point. Cara mendasar untuk terlepas dari jebakan ini adalah bersyukur.

Safira

Akhirnya Safira menjadi satu-satunya sepeda yang saya miliki di perantauan (satu lagi di kampung sih). InsyaAllah sepeda ini akan terus dipakai hingga mengantarkan saya ke pelaminan. #eh, maksud saya, ketika telah berkeluarga nanti, saya berencana upgrade sepeda, dari roadbike flatbar (yg sekarang) ke roadbike dropbar. Semoga masih boleh bersepeda, walaupun tidak setiap hari. Kan kamu minta bonceng? Tentunya bukan pakai sepeda. Dan, karena tidak setiap hari bersepeda itulah dropbar cukup beralasan untuk digunakan. Untuk pemakaian sehari-hari, stang lurus lebih nyaman di hati.

Ada niatan untuk mencari sepeda lipat sih. Biar bisa dibawa-bawa kalau naik kereta. Nyari United Escape bekas susah bener. Kayaknya cukup murah, dengan kualitas yang lumayan lah..

Akhirnya sampai juga pada penutupan post ini....

Merantau........ mengejar masa depan, atau melarikan diri dari masa lalu?

Salam,
-ΛM-


NB:
Meanwhile..........

sebelas januari bertemu
menjalani kisah cinta ini
naluri berkata engkaulah milikku

bahagia selalu dimiliki
bertahun menjalani bersamamu
kunyatakan bahwa engkaulah jiwaku

akulah penjagamu
akulah pelindungmu
akulah pendampingmu
di setiap langkah - langkahmu

pernahku menyakiti hatimu
pernah kau melupakan janji ini
semua karena kita ini manusia

kau bawa diriku
ke dalam hidupmu

kau basuh diriku
dengan rasa sayang

senyummu juga sedihmu
adalah hidupku

kau sentuh cintaku
dengan lembut dengan sejuta warna…

No comments:

Post a Comment