Friday, April 17, 2015

Pantai Menganti Kebumen Kini

Sebagai wong Bumen, saya rela dibilang kurang mengenali kampung halaman, termasuk di dalamnya jarang menjamah daerah-daerah 'tepian' dari Kebumen. Diinisiasi oleh mbak saya yang belum pernah sama sekali ke sini, menujulah kakak beradik ini ke barat daya dari Kebumen Kota, kira-kira menempuh perjalanan 35 km, untuk mendapati pantai yang kesohor dengan nama Menganti.
Lansekap Pantai Menganti (dokumen pribadi)
Di Mana Menganti?

Pantai di wilayah barat daya Kebumen ini termasuk dalam Kecamatan Ayah, wilayah terluar Kabupaten Kebumen di sebelah selatan dan barat, serta berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyumas. Akses menuju ke sana, sepertinya hanya bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil kecil. Mohon maaf, saya sendiri kurang paham, tapi sepertinya angkutan umum tidak tersedia sampai ke lokasi. Medan jalan pun bergelombang naik turun karena termasuk wilayah perbukitan (pegunungan).

Terus, Gimana dong ke sananya?
Rutenya pun susah dijelaskan dengan tulisan. Kalau dari arah Jogja bisa melalui jalur alternatif pantai selatan menuju Cilacap; tinggal mengikuti plang di jalan. Kalau dari arah Jakarta, dari jalan utama lintas selatan Jawa, sesaat setelah 'gapura' masuk Kabupaten Kebumen dan keluar Kabupaten Banyumas, ada pertigaan ke kanan. Di pertigaan itu ada gerbang/gapura dengan keterangan antara lain Goa Jatijajar; tinggal mengikuti plang di jalan. Dari jalan yang sama ini bisa ke Goa Jatijajar, Goa Petruk, Pantai Karang Bolong, Pantai Logending, Pantai Menganti, dan jalur alternatif Jogja-Cilacap.

Paling mudah memang hanya dengan sepeda motor, khususnya tipe automatik. Bagus juga buat para pesepeda kalau mau latihan mendaki. Tanjakannya menantang.
Mejeng dulu :-) [photo by mbakyu]
Mbakyu Beraksi (dokumen pribadi)
Batu, Karang, dan Tebing (dokumen pribadi)
Batu dan Karang (dokumen pridadi)
Sayangnya memang, yang namanya pantai kalau mau dikembangkan menjadi tempat wisata yang ramai, pantai itu harus dibuat berinteraksi dengan pengunjung dalam artian wisatawan dapat bermain dengan air laut dan pasir pantai. Lah ini, kan banyak batu dan karang, berbukit-bukit pula.
Tepi Kiri dari Tanjung (dokumen pribadi)
Villa Tepi Pantai Wanna be (dokumen pribadi)
Karang di Sini, Bukit di Sana (dokumen pribadi)
Pemerintah mulai mengembangkan Menganti menjadi destinasi wisata. Terakhir ke sini, lebaran 2012 (kalau ga salah), Menganti belum/hampir tak ada bangunan --kecuali mercusuar. Kini telah dibangun vila versi sederhana. Sebuah inovasi bangunan berdana kecil dengan kesan menyatu dengan alam.
Lansekap Tepi Kiri dari Tanjung (dokumen pribadi)
Ada apa saja di sana?
Daripada berbanyak cakap, monggo dilihat jepretan kami dari kamera Asus Zenfone tanpa rekayasa digital kecuali crop.
Tanjung dalam View 360 Derajat
Gubuk-gubuk di tepi pantai ini --kira saya-- adalah hasil imajinasi pengembang tentang bersantai di tepi pantai. Sayangnya, belum cukup dana untuk merealisasikan mimpi-mimpi itu.
Gubuk-gubuk (dokumen pribadi)
Pinus di Puncak Bukit (dokumen pribadi)
Pinus Kanginan (dokumen pribadi)
Gubuk-gubuk Lagi (dokumen pribadi)



Gubuk Berpotensi Tempat Mesum
Di Gubuk tersebut tertulis keterangan kira-kira berbunyi 'Rp10.000 sampai puas'. Artinya, gubuk ini disewakan hanya seharga sepuluh ribu rupiah untuk waktu seharian. Saya tidak tahu mekanisme penyewaannya, tapi sepertinya sistemnya belum jelas. Tidak ada kontrol apakah gubuk itu sudah berganti penghuni atau belum. Banyak muda -mudi lesehan di gubuk ini sambil ini dan itu.
Add caption





Mercusuar (dokumen pribadi)








Airnya Bening; Beberapa Warung
Tidak ada kekhasan kuliner di pantai ini. Jajanan sehari hari tersedia, minuman botol/kaleng dingin pun tersedia. Yang jelas, pergi ke sini tidak akan membuat kantongmu jebol. Tapi tetap perlu menyiapkan likuiditas, sebab ATM susah dicari.

Mari berkunjung ke Kebumen.

Salam,
-ΛM-

1 comment: