Tuesday, June 2, 2015

Satu Tahun Bike to Work

"Dengan bersepeda selama 25 menit setiap harinya, kamu mampu menyimpan sekitar 165 kg karbon dioksida selama satu tahun!!"

Saya lupa tidak mengikutsertakan sumber kalimat di atas ketika mengutip. Namun, kalimat tersebut sama sekali bukan buatan saya. Jika premis di atas benar, saya telah menyimpan lebih dari 165 kg CO2 setahun ini. Sebab, dalam sehari saja, setidaknya saya menempuh 30 menit perjalanan berangkat ke dan pulang dari kantor.
Mejeng di Depan Aula Kemenkeu (dok. pribadi)
Dalam satu tahun juga, dibanding dengan menggunakan transportasi umum, saya menghemat sampai nominal Rp2.000.000,00. Perlu perhitungan rincinya? Angkot di Jakarta sekarang tuh minimal 4ribu, baik Metromini, Kopaja non-AC, maupun angkot kecil jarak dekat (TransJakarta masih 3,500 sih). Nah, selama sebulan, jumlah hari kerja rata-rata adalah 22 hari. Sehingga kira-kira ongkos transport selama satu setengah tahun bisa buat beli sepeda semacam gambar di atas.

Selama bike to work, saya telah menggunakan 4 sepeda Polygon: Sierra, Broadway 1.0 2013, Heist 1.0 2013, dan sekarang Helios F100 2011.
Polygon Sierra (harga perolehan ~ 1 kali RDK 2014 [haha] )
Polygon Broadway 1.0 2013 (harga perolehan ~ 3,5 kali Polygon Sierra)
Polygon Heist 1.0 2013 (harga perolehan ~ 6 kali Polygon Sierra)
Bagaimana kondisi Jakarta untuk bike to work?
Sesungguhnya Jakarta tidak terlalu cocok untuk aktivitas bike to work dilihat dari sisi cuaca. Udara Jakarta kelewat panas. Bersepeda 15 menit saja sudah menghasilkan keringat gobyos. Konsekuensinya sih sebaiknya mandi setibanya di kantor. Mungkin ini relatif. Tergantung kondisi persepadaan. Jika hanya 20 menit atau 3 km bersepeda dengan cara yang santai, mungkin tidak perlu mandi lagi (cukup mandi di rumah saja). Sayangnya, sepeda balap tidak bisa diajak santai!!!

Apa sepeda yang cocok?
Setelah menggunakan 4 jenis sepeda berbeda, keempat sepeda itu tidak ada yang cocok untuk b2w di Jakarta. Seharusnya adalah kombinasi dari keempat sepeda di atas. Misalnya, frame set dan wheel set diambil dari sepeda Helios, agar ringan dikayuh. Tapi roda dibuat lebih gambot. Seukuran ban Heist itu aman dan sama sekali tidak was-was, tapi kurang gesit (kurang dikiit). Pakai saja ukuran 700x32C (atau ban tipe cyclocross). Harus dipasang fender (spakbor) seperti Polygon Sierra, terutama sangat penting di musim penghujan. Perlu juga ditambah rak belakang, seperti Sierra juga.

Sepeda yang cukup bagus untuk bike to work tu seperti ini.
Sepedanya Penjual Part Sepeda di Bukalapak (Om, mohon izin ya)
Tapi mengapa kekeuh memakai Helios (murni roadbike)?
Ok. Jawabannya adalah egoisme. Dengan tampilan sepeda seperti angan-angan pada paragraf di atas, kalau disawang-sawang (dilihat-lihat) race look-nya jadi hilang. Yah, namanya juga anak muda: penampilan tetap penting. Menurut saya, sepeda balap (roadbike) adalah sepeda terganteng dibanding tipe lain. Aero look-nya itu lhooo mas... Misalnya ditambah rak saja, ya kurang aja rasanya di sisi tampilan. Alasan lainnya adalah, sepeda ini satu-satunya yang saya miliki sekarang (abaikan sepeda lawas di kampung). Kepadanya dibebankan peran yang komprehensif. Jadilah ia tidak bisa hanya berpenampilan seolah-olah bike to work purpose only. Ia tetap saya pakai untuk latihan (meski bukan balapan) dan bergaul dengan roadbike lain.

OK. Sepeda balap adalah impian sejak kelas 5 SD yang baru terkabul saat tahun ketiga kuliah!!! Dan saya belum menganggarkan untuk rencana pemisahan sepeda: satu sepeda untuk bike to work, satu sepeda untuk jalan-jalan dan latihan.

Hikmahnya?
Alhamdulillah ya... sesuatu. Baru lewat setahun tinggal di Jakarta, saya sudah bosan (dan jengkel) dengan kepadatannya, baik kepadatan penduduk, juga kepadatan di jalanannya. Macet setiap hari. Saya tidak ingin turut menyumbang kemacetan dengan menggunakan kendaraan pribadi bermotor. Sayangnya, saya tidak menaruh kepercayaan sama sekali kepada transportasi umum ibu kota untuk aktivitas setiap hari.

Aktivitas Lain (weekends)
Mejeng di UI Wood (harga perolehan [sebelum up grade] ~ 10 kali Polygon Sierra)
Aktivitas Minggu: Latihan di SCBD nonton peloton (dokumen pribadi)

No comments:

Post a Comment