Monday, June 1, 2015

Arah

Sama-sama memandang langit malam;
tapi kau melihat gelap, sedang aku membaca bintang.
Tunjuk Satu Bulan (dokumen pribadi)

Langit adalah kitab yang terbentang. Betapa menyedihkan, berjalan di hamparan bumi tanpa dapat menentukan arah. Paling tidak, arti 'arah' secara harfiah. Seperti misal, rasi Layang-layang (atau Gubuk Penceng), menandakan arah selatan. Dengan satu rasi bintang itu, kita dapat menentukan arah. Setidaknya satu arah tadi. Syaratnya, kita tahu fakta itu.

Sebanyak apapun titik-titik bercahaya di gelapnya malam, langit tetap didominasi oleh warna hitam. Tapi kita memilih untuk melihat bintang-bintang itu. Semakin banyak bintang-bintang di antara gelapnya malam, semakin ia memberi banyak pilihan untuk menentukan arah. Syaratnya, kita harus tahu.

Ya, kita harus punya legenda untuk membaca peta dan menentukan arah. Termasuk arah dalam makna filosofisnya.

Teruslah membaca dan membaca demi meluaskan cakrawala legenda, alat kita untuk membaca peta kehidupan. #pretek #pretek #pretek

1 Juni

No comments:

Post a Comment