Wednesday, September 21, 2016

Tiga Hobi

Find three hobbies you love:
One to make you money
One to keep you in shape
And one to be creative
-anonim, sepertinya
Jika harus menyebutkan tiga hobi sebagaimana kutipan di atas, saya merasa harus melekatkan tiga hal ini dengan diri saya: keuangan, bersepeda, dan menulis.

Friday, September 9, 2016

Teater Bunga Penutup Abad

Meski bukan pujangga dan bukan Rangga, saya nonton teater juga. Seni pertunjukan langsung begini memang lebih greget. Tantangannya lebih rumit. Maka, saya ingin mengapresiasi dengan membeli tiket dan bertepuk tangan. Rasa-rasanya nonton film di bioskop lebih banyak diminati daripada nonton teater, mungkin karena harganya. Entahlah, saya bilang begitu tidak berdasarkan data. Saya sendiri kurang suka nonton film di bioskop, kecuali film Indonesia dan itu pun jarang.

Terutama karena sudah membaca Tetralogi Buru (Tetralogi Bumi Manusia), saya tertarik nonton teater ini. Dan mungkin juga karena berbeda dengan imajinasi ketika membaca novel, penilaian saya berkurang. Tapi secara umum teater ini super keren dalam hal yang berbeda dengan teater koma waktu itu.  
Jean Marais (Lukman Sardi), Minke (Reza Rahadian), dan Lukisan Annelis Mellema (Chelsea Islan) si Bunga Penutup Abad

Thursday, September 1, 2016

Dua Tahun Bike to Work

Sebuah kebahagian tersendiri dapat bersepeda berangkat dan/atau pulang kantor di Jakarta sampai dengan 2 tahun ini.

Bersepeda di Jakarta, rasanya istimewa. Terutama di hari kerja. Sebab, kebanyakan orang menggunakan kendaraan bermotor. Meski minoritas, ini bukan kekalahan, atau keterbelakangan, tentu saja. Puluhan tahun ke depan, mungkin Jakarta akan lebih banyak pesepedanya. Puluhan tahun yang sebenarnya entah. Sebab, sekarang saja, transportasi massal masih belum menjadi pilihan. Urutannya, saya lihat-lihat trennya, suatu kota berevolusi dalam hal transportasi mulai dari ramai orang (berjalan kaki atau bersepeda), mulai dijejali kendaraan pribadi bermotor sampai jenuh, lalu akhirnya mereka sadar pentingnya transportasi umum dan mereka rela meninggalkan kendaraan bermotor pribadinya, lalu masyarakat kota yang kembali bersepeda.