Saturday, October 7, 2017

Kata-kata Kota Kita

Dalam rangka menandai 4 tahun di ibu kota, inilah kata-kata tentang kota kita Jakarta.

Saya sudah bosan dengan Jakarta. Mungkin dengan segelintir orangnya. Dengan jalanannya. Dengan perilaku berkendara orang desa yang dibawa-bawa ke kota. Dengan orang miskin yang mampu membeli mobil tapi tak mampu menyediakan garasi. Dengan orang kaya yang tak mau berbagi jalan, merasa mampu membeli mobil dan membayar sopir untuk setiap anggota keluarganya: jalanan dipenuhi mobil-mobil yang kosong penumpang.
Empat Tahun di Ibu Kota: Apa yang Kau Cari?
(dokumen pribadi)

Friday, September 29, 2017

Review Karya Ke-10 Andrea: Sirkus Pohon

Bentang Pustaka mengenalkan novel ini, mula-mula, dengan sebutan "Karya ke-10 Andrea." Dengan disimpannya judul novel itu, kita jadi bertanya-tanya. Setelah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta di Dalam Gelas, Sebelas Patriot, Laskar Pelangi Songbook, dan Ayah, lalu apa kira-kira judulnya? Bisa jadi, disimpan karena memang penerbit sadar judul karyanya yang ke-10 tidak seperti judul-judul sebelumnya yang melankolis pratiotik sekaligus lucu.
sumber: dokumen pribadi

Tuesday, August 22, 2017

Jeda dan Kopi

Buku, kopi, dan sepeda bisa jadi adalah kawan sehari-hari saya menghadapi hidup di Jakarta sebagai orang kantoran kelas menengah ngehe yang benci kemacetan tapi ga mau mengandalkan transportasi masal untuk urusan komuter. Dan sesungguhnya dalam imaji melankoli saya masih merindukan bintang, langit malam, dan kamu. Rindu ini semakin berkarat karena langit malam Jakarta begitu jelek dan udah gitu kamu mungkin tidak ada di sini.

Buku, baik untuk dibaca maupun ditulis, adalah tempat menuangkan unek-unik sekaligus menyesap kesegaran bagi seorang mahasiswa paruh waktu yang masih single sampai waktu yang tak tentu. Jadi, kamu sebenarnya belum terdifinisi, atau saya belum seberani itu merasa kamulah dia.

Monday, July 31, 2017

Kerudung

Di kampung saya, beberapa wanita tiba-tiba memakai kerudung ketika pengajian, pergi ke pasar, arisan, mengambil rapot, atau muslimatan. Selain untuk hal itu, mereka cenderung tidak memakai kerudung. Padahal, ketika saya sekolah di SMA, sebagian besar (atau hampir semuanya) muslimah berkerudung. Jika satu kelas ada 40 murid, biasanya 16 laki-laki dan 24 perempuan. Nah, dari 24 siswi itu, 20 memakai kerudung. Dua atau tiga orang nonmuslim. Jadi, di sebuah SMA terbaik di Kebumen, pada kurun waktu tahun 2006 s.d. 2009, sudah mirip-mirip madrasah aliyah, dengan kualifikasi intelegensia yang lebih baik dari sekolah agama yang biasanya ada di tiap kabupaten/kota.
Hijabers Idolaque: the sister

Super Earth

Search for Extraterrestial Intelligence (SETI) adalah ambisi NASA untuk mencari kemungkinan adanya kehidupan lain di luar Bumi. Selain itu, mereka juga mencari rumah cadangan bila Bumi tak lagi kuat menampung kerakusan manusia. Kelihatannya mustahil, apalagi bila dipikir dari sudut padang orang Jakarta yang masih mencari cara agar datang ke kantor tidak terlambat. Tapi ya biarlah. Jikapun tidak menemukan planet yang senyaman Bumi, program ini mendorong banyak penemuan baru di bidang sains dan teknologi. Ada pula yang menemukan hidayah karenanya.
Milkyway: Mungkin di sana ada surga (dok. pribadi)

Sunday, July 16, 2017

Tenggara

Tenggara (South-East) adalah irisan miris antara selatan dan timur. Dunia ini telah terkotak-kotak, baik sengaja atau tidak, sesuai dengan arah mata angin dan ada stereotip ngawur di balik penyebutan arah-arah itu. Ada Negeri Barat. Ada orang-orang Timur. Ada Negeri Timur Tengah; Negeri Timur Jauh. Perjalanan ke Barat Mencari Kita Suci. Dan lain sebagainya.

Barat berasosiasi dengan kemajuan, kehebatan, bebas, kapitalis, sekaligus kebejatan moral. Sedang arti kias untuk timur adalah kemiskinan, demokratis, keramahtamahan, dan mistis. Utara, sebagaimana barat, dapat untuk mewakili kemajuan, kekayaan, kesetaraan, liberalis, dan juga sosialis. Sedangkan selatan adalah kemiskinan, hidup sederhana, kebodohan, padat penduduk, terbelakang, tetapi pongah. Jadi, tenggara adalah matriks mengenaskan dari keramahan, kebodohan, terbelakang, mistis, kemiskinan, dan bawah.
Hasil gambar untuk peta dunia
Peta Dunia (sumber: Google Search - InfoIndonesiaKita.com)

Thursday, June 8, 2017

Tiga Tahun Bike To Work

Setahun terakhir aktivitas bersepeda berkurang cukup drastis. Alasannya: kuliah malam. Tidak mungkin kan masuk kelas dalam kondisi berkeringat. Sebab tak ada tempat mandi yang cukup representatif di kampus. Dan repot. Belum lagi soal jadwal pulang kantor yang belum tentu tenggo. Terlalu riskan kalau harus bersepeda ke kantor, pulang dulu ke kos untuk mandi dan ganti naik belalang tempur.
Safira dan Malika, ketika masih bersama

Wednesday, May 31, 2017

Tanda

Tidak ada satu pun peristiwa fisika di alam semesta yang membedakan hari Senin, Kamis, atau Minggu. Maka, yang menandakan bahwa hari ini Jumat adalah al Kahfi, sholawat, dan khotbah. Oh, tapi kamu boleh juga sih menandainya dengan bike to work, senam, atau nongkrong lebih lama di kantin kantor. Rayakan saja Jumatmu, apapun pendapatmu tentangnya: hari raya umat Islam, hari terakhir bekerja pekan ini, sehari lagi malam minggu dan sepi, atau sekedar ya pokoknya besok bisa jalan-jalan bareng keluarga.
Mengintip Langit Sumba (dokumen pribadi)