Monday, July 31, 2017

Kerudung

Di kampung saya, beberapa wanita tiba-tiba memakai kerudung ketika pengajian, pergi ke pasar, arisan, mengambil rapot, atau muslimatan. Selain untuk hal itu, mereka cenderung tidak memakai kerudung. Padahal, ketika saya sekolah di SMA, sebagian besar (atau hampir semuanya) muslimah berkerudung. Jika satu kelas ada 40 murid, biasanya 16 laki-laki dan 24 perempuan. Nah, dari 24 siswi itu, 20 memakai kerudung. Dua atau tiga orang nonmuslim. Jadi, di sebuah SMA terbaik di Kebumen, pada kurun waktu tahun 2006 s.d. 2009, sudah mirip-mirip madrasah aliyah, dengan kualifikasi intelegensia yang lebih baik dari sekolah agama yang biasanya ada di tiap kabupaten/kota.
Hijabers Idolaque: the sister

Super Earth

Search for Extraterrestial Intelligence (SETI) adalah ambisi NASA untuk mencari kemungkinan adanya kehidupan lain di luar Bumi. Selain itu, mereka juga mencari rumah cadangan bila Bumi tak lagi kuat menampung kerakusan manusia. Kelihatannya mustahil, apalagi bila dipikir dari sudut padang orang Jakarta yang masih mencari cara agar datang ke kantor tidak terlambat. Tapi ya biarlah. Jikapun tidak menemukan planet yang senyaman Bumi, program ini mendorong banyak penemuan baru di bidang sains dan teknologi. Ada pula yang menemukan hidayah karenanya.
Milkyway: Mungkin di sana ada surga (dok. pribadi)

Sunday, July 16, 2017

Tenggara

Tenggara (South-East) adalah irisan miris antara selatan dan timur. Dunia ini telah terkotak-kotak, baik sengaja atau tidak, sesuai dengan arah mata angin dan ada stereotip ngawur di balik penyebutan arah-arah itu. Ada Negeri Barat. Ada orang-orang Timur. Ada Negeri Timur Tengah; Negeri Timur Jauh. Perjalanan ke Barat Mencari Kita Suci. Dan lain sebagainya.

Barat berasosiasi dengan kemajuan, kehebatan, bebas, kapitalis, sekaligus kebejatan moral. Sedang arti kias untuk timur adalah kemiskinan, demokratis, keramahtamahan, dan mistis. Utara, sebagaimana barat, dapat untuk mewakili kemajuan, kekayaan, kesetaraan, liberalis, dan juga sosialis. Sedangkan selatan adalah kemiskinan, hidup sederhana, kebodohan, padat penduduk, terbelakang, tetapi pongah. Jadi, tenggara adalah matriks mengenaskan dari keramahan, kebodohan, terbelakang, mistis, kemiskinan, dan bawah.
Hasil gambar untuk peta dunia
Peta Dunia (sumber: Google Search - InfoIndonesiaKita.com)