Saturday, December 30, 2017

Maghrib

Kami yang PNS ini, dipertanyakan oleh boss: kalian ini underpaid apa overpaid?
Lautan (Jawa Ngapak: pulang kerja)
Saya tak menjawab di forum itu, tapi ya menggerutu. Saya ingin mengungkapkan bahwa saya merasa cukup dengan pendapatan yang saya terima, kalau jam kerja sampai jam 15 atau 16 saja. Jujur saja, kalau cuma pendapatan rata-rata air, saya enggan mengorbankan waktu astronomical dawn (subuh) dan astronomical dusk (maghrib) untuk menempuh perjalanan pergi ke dan pulang dari kantor.

Maghrib di Jakarta mengerikan sekali, bagi kamu yang pejuang jalanan. Orang tumpah ruah ke jalan mulai jam 16.30, berebut ruang untuk jalan pulang. Kepadatan bertambah ketika kami yang lautan (pulang kerja) pukul 17.00 ikut serta. Sudah setahun ini saya ikut merasakan ngerinya jalanan Kramat-Salemba-Matraman. Jarak hanya 3 atau 4 km ditempuh 30 sampai 45 menit, ketika perempatan Matraman belum direkayasa pengalihan arus. Sekarang sih lumayan normal, paling perlu waktu 15 s.d. 20 menit ke Salemba. Berhemat setengahnya. Kecuali di sekitar Kramat. Ada beberapa kantor pemerintah yang menggunakan badan jalan untuk parkir, terutama Kantor Polisi di situ yang memakan 1 jalur untuk parkir permanen dan 1 jalur lagi untuk parkir semi-permanen. Itu kantor polisi lho... Iya, polisi yang biasanya menertibkan kelakuan kita di jalan dengan memberikan surat tilang itu...... Asudahlah.

Back to Maghrib.


Intinya sih, saya belum rela harus menghabiskan waktu maghrib di jalanan. Meski sempat, dan harus disempatkan, sholat maghrib di stasiun atau di mana, masa iya sih sampai pensiun akan seperti itu? Tidakkah kita (saya) memiliki bargain yang lebih kuat untuk hidup yang lebih ideal?

Sebandel-bandelnya kita, masih pengen waktu Maghrib itu berhenti untuk urusan 'keduniaan'. Maghrib mengaji, sebagaimana program Kementerian Agama. Memang agak susah diterapkan di Jakarta. Terutama karena waktu memang tidak bisa dikendalikan. Kalau misalnya kita menunggu sampai isya baru pulang, sampai rumah mau jam berapa (bagi yang rumahnya Bodetabek)?.

Embuh wis.

-AM-

No comments:

Post a Comment