Saturday, February 24, 2018

Arsip

Jadi begini perlakuan waktu. Kadang ia menarik, kadang ia mengulur. Ketika menarik, ia membuat kita terikat, terpaku, terburu, terjungkal, mungkin tertinggal. Ketika mengulur, ia juga bisa membelit, melepas sejenak, membumbung, tanpa pegangan, lalu terbanting dan tersungkur. Tapi bisakah manusia hidup tanpa kenangan? Ketika hidupnya terus berputar, semakin kencang, dan tak ada waktu istirahat yang dengannya teselip sesingkat waktu untuk melihat masa lalu lewat spion?
Foto, album, buku angkatan, dan semua dokumen sejarah diri itulah spion. Mereka sekarang ada di mana? Apakah semuanya baik-baik saja? Mudah-mudahan kita semua selalu dalam lindungan Allah, apapun kondisi yang menyelimuti kita.

Cuti akhir tahun, mempunyai sedikit waktu untuk menengok arsip-arsip lama masa remaja. Sedikit saja terlena, nostalgia menyeret kita kepada ruang lengang beraroma melankolia.
Sigh. Tayangan hitam putih berkelebat, lebih banyak berupa bayangan yang sendu dan tak tentu indah. Ada sesal. Ada rindu. Ada bodoh. Ada lugu. Sedikit lucu. Tak kurang terpanggil amarah. Mengapa kau begitu gegabah, wahai diriku di masa lalu? Jika semuanya dihadapi dengan tenang dan senyuman, kenangan ini mungkin terasa lebih manis. Andai…. Anak semuda itu…

Ah, tapi kopi yang memadukan pahit dan manis itu lebih nikmat daripada gula-gula kan? Namanya juga anak muda.

No comments:

Post a Comment