Wednesday, July 31, 2019

Sekopi Berdua

Hello Blog.

Assalamu'alaikum.
Sebenarnya bukan lupa punya blog sih, tapi memang kurang disiplin aja menulis. Memang lagi sibuk, cuma bukan sibuk yang sampai gak sempet ngapa-ngapain. Gak posting di sosmed (ig, twitter, FB) karena pengen ngadem aja. Dan memang di blog lebih tenang, termasuk sedikit viewer juga. Kalaupun ada yang bener-bener minat biar dateng sendiri aja. Atau nyasar. Malah sejak pake domain .com gak pernah dipromoin.

Blogging.
Kemarin ada email masuk, ngingetin kalau domain elmabruri.com ini mau kadaluarsa. Sekarang sudah diperpanjang. Murah kok cuma 139-ribu-sekian per tahun. Lumayanlah biar keliatan serius. Walaupun setelah pake domain .com malah jarang posting. Kalau gak salah ini tahun ketiga. Awalnya pengen pake nama lain yang umum, mencari kata yang paling mewakili diri, tapi bukan nama asli. Misal kopipagi, atau semacamnya. Beberapa alamat kece udah taken, termasuk kopipagi itu dan disia-siakan karena gak diisi sama orangnya. Mungkin niatnya mau jual alamat.


Kopi Pagi.
Hampir setiap pagi aku bikin kopi untuk dua cangkir, atau tiga. Satu buat sendiri, satu dan/atau setengah lagi buat teman yang mau aja. Bukan kopi dengan filosifi macem-macem. Gak suka yang begitu-begitu. Cuma butuh kafein dan efek laksatifnya. Kopi seduh racik sendiri. Ditambah sedikit susu manis tanpa gula. Susunya bukan sebagai susu, tapi pewarna dan pemanis: biar berkurang pekatnya, menipis pahitnya. Supaya lebih lembut di lambung. Dan bukan kopi sachet lho ya. Udah gak kenal lah pokoknya. Tapi biar agak kekinian, kopi ada baiknya punya nama. Sebut saja "Kopi Berdua".

Di kompleks kantor tuh ada kopi hits murah, seharga setengah Kopi Kenangan. Bisa disebut beneran kopi lah, bukan yang tipis-tipis. Layak buat sajian kalau ada tamu kawan jauh. Dan sebenarnya terjangkau kalaupun mau beli tiap hari. Tapi kalau bikin sendiri kan lumayan, bisa buat nabung di bursa, hanya dari berhemat kopi.

Jualan Online.
Tengah tahun ini agak sibuk. Akhir tahun nanti juga sibuk. Di antara keduanya saya memilih untuk menyibukkan diri atau mencari kesibukan buat diri sendiri. Setelah lulus kuliah, rasanya banyak waktu buat bersantai. Semakin memanjakan kemalasan.

I like having the power of Kiasu. Mudah-mudahan tidak mengganggu kerja utama. Eh, bukan kerja utama juga sih. Sebut saja kerja wajib (bukan kerja paksa lho ya). Jangan-jangan sebenernya nyari kerjaan lain biar lupa diri? Lupa kalau masih sendiri. Ahahaha.

Sepeda.
Sepedaan weekend lagi aktif lagi karena kelas Bahasa Arab pindah ke jam siang. Katanya sih sementara, tapi gak apa kalau mau begitu terus. hahaha. Memang rasanya jadi mengutamakan sepeda dibanding Arabia, tapi memang ini kan bukan lagi kelas pemula. Tidak lagi paksaan. BTW, sekarang agak jarang bike to work. Lagi kepikiran, apa buat ngembaliin semangat bike to work dengan beli sepeda baru? Sepeda lipat 14 atau 16 inch misalnya. Ini mah nyari alesan aja buat nambah sepeda.

Bahasa Arab.
Awalnya, justru bukan murni karena motif agama. Sekarang pun saya masih menyelipkan keinginan dunya ketika belajar bahasa Arab. Mungkin nanti kuceritakan lebih detil. Tapi yang jelas, saya sudah bisa memahami bahwa kita belajar bahasa Arab karena kita memilih untuk menjadi muslim.

Dan di kelas bahasa Arab tingkat lanjut ini, saya sepertinya yang paling liberal, dalam artiku sendiri. Seperti: paling rajin cukur jenggot, sering dengan kesadaran sendiri posting foto teman wanita nonmahram, tidak mengambil pusing ketika sholat di suatu masjid yang dengan sengaja ada kuburannya (walaupun gak suka juga, ngapain sih gak gabung sama yang lainnya harus menyendiri gitu).

No comments:

Post a Comment