Sunday, March 29, 2020

Polaris

Seeing Polaris is always my dream. It simply means: studying abroad in the North. Because Polaris could not be seen from our beautiful land in Equator.

Studying Abroad in The North

Studying
Yha, harus dalam rangka belajar dong. Arti paling sederhananya ya kuliah. Bukan sekedar short course 2 minggu di IMF HQ, misal. Dan itu pun belum. IMF STI ya tidak masuk hitungan, lha wong cuma di Singapore. Kalau kuliah kan ada standarnya, lebih ketat dan mencerminkan kepatutan kita menjadi warga Bumi, bukan sekedar tuan rumah yang ramah di negeri sendiri.


Abroad
Kuliah di LN? Harus. Pokoknya harus aja. Kalau pergi ke LN pake duit sendiri, ya bisa saja. Tapi apa kerennya? Bisa sih buat membuka wawasan kita, bahwa negeri sendiri itu jauh dari paripurna. Jadi tidak perlu 'NKRI harga mati'. Kita sama-sama manusia bumi kok. Dan di luar sana banyak negeri yang lebih baik. Alhamdulillah sih jadi WNI.

In The North
Kenapa North? Australia tidak menarik, meski keliatannya posibilitasnya tinggi, apalagi sebagai pegawai pemerintahan, banyak peluang beasiswanya. As a matter of fact, luasan Bumi yang berupa daratan, itu lebih banyak di utara. Indonesia yang di katulistiwa ini pun, adalah daratan paling selatan di bentangan GMT+7. Tidak ada lagi negera di sebelah selatan pulau Jawa, sampai Antartika. Jadi, utara membuka peluang lebih banyak. Selain itu, utara saat ini melambangkan kemajuan. Dan kita kan emang dianggep sebagai negeri selatan, negeri dunia ketiga yang mencoba melepaskan diri dari keterbelakangan.

Sungkem,
Abdullah M.

No comments:

Post a Comment